Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Ungkapkan Rasa Syukur, Masyarakat Kampung Mandar Gelar Ritual Petik Laut

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

17 - Nov - 2023, 20:02

Placeholder
Masyarakat Kampung Mandar mengarak sesaji sebelum dilarung dalam Ritual Petik Laut di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi. (foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Warga Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi, mulai anak-anak, remaja sampai orang tua terlihat semangat dan antusias dalam mengikuti Ritual Petik Laut yang digelar di kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi pada Jumat (17/11/2023).

Menurut Ketua Adat Kampung Mandar Puang Faizal Riezal Daeng  Galak, acara yang digelar merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan Kampung Mandar kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan melimpahnya hasil tangkapan ikan laut.

Baca Juga : Kuasai Pelabuhan Gaza, Israel Klaim Hampir Hancurkan Sistem Militer Hamas

Dia menuturkan, sebagai ketua adat, pihaknya menuruti keinginan warga nelayan. Untuk memenuhi semua kebutuhan ritual, dia menyerahkan sepenuhnya kepada para nelayan yang datang dan ingin melaksanakan acara ritual tersebut.

Sebelum sesaji dilarung dengan diiringi musih hadrah, masyarakat setempat menggunakan pakaian Suku Mandar melakukan arak-arakan dengan membawa perlengkapan ritual.

Saat melarung sesaji di Selat Bali tersebut ada sekitar 40 perahu nelayan yang mengikuti. ”Hiasan kapal yang beraneka ragam merupakan swadaya murni dan gotong royong masyarakat Mandar,” jelas Puang Faizal Riezal Daeng  Galak kepada sejumlah wartawan.

Selanjutnya dia menambahkan pada dasarnya acara adat ritual petik laut bagi masyarakat nelayan di semua daerah sama. Warga berharap keselamatan, hasil laut yang melimpah dan bisa hidup lebih sejahtera.

Untuk ritual petik laut di Kampung Mandar ada satu yang berbeda .dan tidak bisa ditiru adalah adanya salah satu syarat ritual minyak Mandar yang tidak ada di daerah lain. Bahkan nelayan Muncar pun untuk acara ritual akan mengambil ke Kampung Mandar.

Baca Juga : Duduk Bareng Juru Pengairan, HIPPA Buka Suara Terkait Keluhan Petani Soal Irigasi Air

“Ada satu bahan khusus yang kita buat untuk ritual-ritual yang ada dan hanya keturunan Mandar yang bisa membuat. Para nelayan di Kampung Mandar sekitar tahun 1800 sudah melaksanakan ritual  petik laut dan dilaksanakan secara turun temurun,” imbuh Daeng  Galak.

Dalam rangkaian ritual Kampung Mandar, masyarakat nelayan gotong royong dan patungan untuk membeli dan memotong sapi yang dagingnya dibagikan kepada para duafa,  warga yang berhak menerima dan sebagian digunakan untuk pengajian. Sedangkan kepalanya diberikan sedekah  ke laut. Karena nelayan merasa sudah mengambil hasil laut,  warga tidak pernah memberi makan ikan dan merawat ikan yang setiap hari diambil.

“Rangkaian acara ritualnya cukup panjang mulai memotong sapi, menyiapkan aneka macam perlengkapan sesaji dan pengajian sehari semalam termasuk menyiapkan minyak Mandar serta membersihkan kepala sapi,” pungkas Daeng  Galak.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Suku Mandar petik laut ritual



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy