Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Sidang Dugaan Pencurian Uang oleh Kakak Ipar di Jombang, Jaksa Hadirkan Saksi Perbankan

Penulis : Adi Rosul - Editor : A Yahya

16 - Nov - 2023, 19:52

Placeholder
Persidangan Soetikno di PN Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Sidang perkara dugaan pencurian yang dilakukan Soetikno Hary Santoso kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Kali ini, saksi dari pihak perbankan dihadirkan di persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang.

Sidang pemeriksaan saksi digelar di ruang sidang Kusuma Atmadja PN Jombang siang tadi. Sidang tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim Muhammad Riduansyah beserta hakim anggota Ida Ayu Masyuni dan Bagus Sumanjaya.

Baca Juga : Nekat Curi Telur Demi Ketiga Anaknya di Minimarket, Ini Respon Polisi

Terdakwa Soetikno mengikuti sidang secara online di Lapas Kelas II B Jombang tempatnya ditahan selama ini. Di ruang sidang, ia diwakili tim Penasihat Hukumnya.

Sedangkan, pihak JPU dihadiri Andie Wicaksono. Sementara, Diana Soewito selaku pelapor atau korban juga hadir di persidangan dengan didampingi kuasa hukumnya, Andri Rachmad.

Dikatakan Andri, persidangan kali ini pihak JPU menghadirkan saksi dari pihak perbankan. Saksi ini menjelaskan terkait adanya prosedur penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (ATM) secara ilegal.

"Terhadap kasus Soetikno ada hal yang menarik. Dari pihak perbankan tadi terungkap adanya indikasi ilegal accsess," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/11/2023).

Andri menyampaikan, ilegal accsess yang dimaksud adalah transaksi yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh seseorang yang bukan pemilik ATM atau pemilik akses.

"Seperti contohnya, seseorang adik memberikan ATM-nya kepada kakaknya, kemudian menyuruh dan memberikan nomor PIN-nya. Walaupun adiknya itu menyuruh, tapi secara aturan perbankan itu tidak diperbolehkan. Itu sudah memenuhi ilegal accsess," terangnya.

Sementara Penasihat Hukum Soetikno, Subandi menerangkan, bahwa pengambilan uang di dalam ATM atas permintaan pemiliknya yaitu mendiang Subroto Adi Wijaya. Subroto adalah adik kandung terdawa juga suami dari pihak pelapor atau korban, Diana Soewito.

"Tadi saya sampaikan bahwa ada WA (WhatsApp) dari saudara Subroto, bahwa ada pemeberian nomor PIN kepada saudara Soetikno untuk mengakses," ungkapnya.

Baca Juga : Terkait Narasi Curang: Partai Garuda Sindir Kubu Ganjar

Atas hal itu, Subandi menyampaikan bahwa tidak ada yang salah dari pihak Soetikno. Menurutnya, pemberian PIN adalah tanggung jawab mendiang Subroto.

"Disampaikan juga tadi, bahwa pemberian PIN pemegang rekening kepada orang lain adalah oleh bank dikatakan tanggung jawab pemilik rekening. Artinya di sini yang dimintai tanggung jawab adalah bukan Soetikno tapi saudara Soebroto," ucapnya.

Selain itu, ia menerangkan bahwa penarikan uang yang dilakukan Soetikno sejumlah Rp 3,3 juta tersebut untuk kepentingan Soebroto. "Pengambilan dana Soebroto yang dilakukan Soetikno hanya Rp 3,3 juta. Dan itu dipergunakan untuk keperluan mendiang Soebroto, untuk Maisong atau sesajen untuk jenazah," kata Subandi.

Untuk diketahui, terdakwa Sutikno dilaporkan oleh Diana terkait dugaan pencurian. Terdakwa melakukan transfer dari ATM mendiang suami pelapor, sejumlah uang Rp 3.3 juta ke rekening atas nama terdakwa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pada pasal 372 KUHP. Kemudian Pasal 30 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.(*)


Topik

Hukum dan Kriminalitas jombang kabupaten jombang pn jombang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Adi Rosul

Editor

A Yahya