Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Warga Kabupaten Malang Banyak Mengidap Diabetes, Pemerintah Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

16 - Nov - 2023, 18:44

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi saat menjalani tahapan skrining FR-PTM di Pendapa Kabupaten Malang dalam rangka memecahkan rekor MURI pada Kamis (16/11/2023). (Foto: Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Pengidap penyakit diabetes hingga hipertensi marak ditemukan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang. Sementara itu, dalam rangka deteksi dini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah melakukan Screening Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (FR-PTM).

Dijelaskan Bupati Malang HM. Sanusi, penyebaran pengidap penyakit tidak menular tertinggi terjadi di kecamatan besar di Kabupaten Malang. Diantaranya adalah di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Pj Wali Kota Kediri Tinjau MPP Kota Kediri, Minta Pelayanan Hingga Sabtu-Minggu

"Ada beberapa kecamatan itu rata-rata sudah 40 persen. (Kecamatan) Gondanglegi kemudian Kepanjen itu 40 persen orangnya (penduduk) sudah mengidap diabetes dan hipertensi," ucap Sanusi usai menghadiri agenda Screening FR-PTM dalam rangka memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Pendapa Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kamis (16/11/2023).

Guna menekan jumlah penderita penyakit tidak menular, Sanusi mengaku telah mengeluarkan Peraturan Bupati Malang tentang Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Smart Health. "Kami mempunyai program kerjasama dengan Fakultas Kedokteran di sejumlah universitas di Malang dan Internasional untuk melakukan yang namanya Smart Health," imbuhnya.

Dijelaskan Sanusi, dalam kegiatan Posbindu Smart Health tersebut salah satunya ditujukan untuk melakukan riset sekaligus sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait pola hidup sehat. Sehingga diharapkan penderita penyakit tidak menular seperti diabetes hingga penyakit jantung bisa diantisipasi sekaligus dideteksi sedini mungkin.

"Penelitian atau pemberian edukasi dilakukan terhadap masyarakat terkait penyebab penyakit tidak menular seperti jantung dan penyebab penyakit lainnya seperti kolesterol dan gula darah," imbuhnya.

Hasil dari penelitian tersebut, dijelaskan Sanusi, menunjukkan masyarakat di Kabupaten Malang rawan mengidap penyakit tidak menular. "Kecenderungan sekarang ini gula darah masyarakat itu melampaui ambang batas," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, salah satu langkah deteksi dini yang dilakukan oleh Pemkab Malang terhadap penyakit tidak menular tersebut, adalah dengan menyelenggarakan FR-PTM. Saat ini, Pemkab Malang juga bertekad memecahkan rekor MURI di bidang pelaksanaan skrining FR-PTM dengan lokasi dan sasaran terbanyak.

Terkait pemecahan rekor MURI tersebut akan dilakukan di 430 titik pelaksanaan yang meliputi Pendapa Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen; 390 desa dan kelurahan; hingga sekolah SMA/SMK sederajat. Sedangkan sasarannya setidaknya sebanyak 25.059 orang.

Baca Juga : Tak Miliki STR, Mahasiswa Desak Bupati Pamekasan Copot Kepala Puskesmas Teja

Mereka yang menjadi sasaran skrining FR-PTM tersebut sebelumnya belum pernah menjalani skrining. Sedangkan sasarannya adalah usia produktif mulai dari rentang usia 15 - 59 tahun hingga usia diatas 60 tahun.

Pemecahan rekor MURI tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 sekaligus HUT Kabupaten Malang ke-1263. Sedangkan mereka yang terdeteksi mengidap penyakit tidak menular, nantinya akan mendapatkan penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

"(Bagi yang sakit) perlu diterapi terus-menerus. Harus rutin minum obat dan pola makannya dijaga, diet," ucap Sanusi.

Penanganan tindaklanjut usai dilakukan skrining FR-PTM tersebut, bisa dilakukan di Puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Di mana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

"Setelah tindaklanjut, di terapi di masing-masing Puskesmas, itu ada di pelayanan kesehatan di tingkat desa, gratis," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan kabupaten malang sanusi diabetes bupati sanusi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya