Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

DPKPCK Masukkan Masalah Kemacetan dalam Penyusunan RDTR Perkotaan Pakisaji

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

14 - Nov - 2023, 20:06

Placeholder
Arus lalulintas di Kecamatan Pakisaji yang mengalami kemacetan akibat musibah pohon tumbang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Ratusan hektare lahan di Kecamatan Pakisaji diproyeksikan menjadi kawasan perkotaan baru di Kabupaten Malang. Saat ini penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) terus berlanjut. Di mana, isu seputar kemacetan, lingkungan, hingga industri menjadi pembahasan utama dalam penyusunan RDTR Kota Pakisaji.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Budiar melalui Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bangunan DPKPCK Kabupaten Malang Zulfikar L menuturkan, pertimbangan Pakisaji sebagai perkotaan baru di Kabupaten Malang tersebut tidak terlepas dari letak geografis. Yakni berada diantara Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Baca Juga : Lindungi Penyelenggara Pemilu, KPU Kabupaten Blitar Teken Perjanjian Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Blitar

"Pertimbangan yang utama karena Pakisaji itu merupakan wilayah penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Pakisaji merupakan wilayah yang berada diantara dua kota, Kota Malang dan Ibu Kota Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen sebagai wilayah pendukung," tuturnya.

Dalam penyusunan RDTR, rencananya akan ada sekitar 300 hektare lahan yang diproyeksikan untuk menjadikan Kecamatan Pakisaji sebagai perkotaan baru di Kabupaten Malang. "Pakisaji ini ada rencana pengembangan perkotaan baru, luasnya sekitar 300 hektar," imbuhnya.

Dengan dijadikannya Pakisaji sebagai perkotaan baru tersebut, tentunya akan membawa berbagai dampak. Diantaranya soal lingkungan hingga pola ruang. Hal itulah yang menjadi fokus utama DPKPCK Kabupaten Malang dalam menyusun RDTR Perkotaan Pakisaji.

"Tentunya akan berdampak bagi wilayah pengembangan Pakisaji, seperti misalnya terkait kemacetan, isu lingkungan, pola ruang, hingga industri," imbuhnya.

Dalam realisasinya, penyusunan RDTR tersebut melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya mulai dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten dan Kota Malang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), anggota DPRD Kabupaten Malang, camat hingga sejumlah kepala desa di Pakisaji.

Baca Juga : Satpol PP Kabupaten Malang Wujudkan Kepedulian Lingkungan Melalui Lomba SAK-RT

"RDTR ini harus bisa mewadahi pengembangan Pakisaji kedepan. Sehingga beberapa permasalahan yang ada itu harus bisa di akomodir tentang bagaimana pemecahan masalahnya," tuturnya.

Perihal isu kemacetan misalnya, dalam penyusunan RDTR juga telah dibahas. Di mana, pelebaran jalan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan di Perkotaan Pakisaji nantinya.

"Banyak usulan teknis tentang kemacetan, salah satunya adalah pelebaran jalan. Bagaimana permasalahan kemacetan di Kebonagung Pakisaji itu diusulkan untuk dilakukan pelebaran jalan," tukasnya.


Topik

Pemerintahan pakisaji kabupaten malang budiar dpkpck kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya