Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Jemaah Umrah Telantar, Polres Jember Periksa Agen PT Berkah Zamzam Wisata

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

10 - Nov - 2023, 19:23

Placeholder
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al Qarnain Aziz. (foto : Moh. Ali Makrus/Jember TIMES)

JATIMTIMES - Kasus viralnya video 'penelantaran' jamaah umrah yang diberangkatkan PT Berkah Zamzam Wisata memasuki babak baru.

Setelah beberapa waktu lalu sejumlah jamaah secara resmi melapor ke Mapolres Jember, Jumat (10/2023) giliran para agen yang bernaung di bawah travel umrah PT Berkah Zamzam Wisata menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember.

Baca Juga : Mahasiswi Kota Malang Ini Buktikan Layanan JKN Tanpa Diskriminasi

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menyampaikan, pemeriksaan tersebut sebagai kelanjutan proses untuk menindak dugaan penipuan terhadap puluhan jamaah umrah. "Hari ini penyidik memeriksa agen-agen. Kurang lebih ada sekitar 8 agen," bebernya kepada wartawan di ruang kerjanya.

Abid menyebut kasus ini menjadi atensi publik sehingga ditangani secara intensif dengan membentuk tim khusus yang beranggotakan 7 penyidik.

"Saya bentuk tim supaya cepat terbagi tugasnya masing-masing. Kami serius karena jumlah korbannya mencapai 43 orang," jelasnya.

Sementara ini, temuan krusial tentang bukti petunjuk yang mengarah adanya unsur tindak pidana  ada pada tiket pesawat. Diyakini tiket pesawat untuk jamaah tidak sesuai dengan  perjanjian.

"Tiket pesawat sistem tembak. Tidak disediakan dari awal, tapi masih mencari-cari yang ada promosi. Ketika terkendala tiket, kondisi terdesak diakali oleh agen beli saat itu. Bahkan ada jamaah yang terpaksa beli sendiri," papar Abid.

Bukan hanya soal tiket. Sarana penginapan, kendaraan, dan makanan yang harus disediakan oleh agensi atas kontrak perjalanan umrah dengan jamaah juga bermasalah.

Tiap jamaah membayar Rp 36 juta ke travel Zamzam. Terdapat sebanyak 101 jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Hampir separuhnya adalah warga Jember.

"Masih kita dalam lagi, karena keterangan yang kami peroleh saat di sana (Arab Saudi) tidak langsung tersedia hotel dan konsumsi untuk para jamaah umrah," ujar lulusan Akpol tahun 2015 itu.

Informasi yang terhimpun dari salah seorang jamaah wanita, disebutkan berbagai hal yang menjurus penipuan oleh travel Zamzam. Dia bercerita sejak awal perjalanan, saat di Arab Saudi hingga proses pemulangan.

"Semula kami dibawa naik kendaraan berhenti di rest area tol Sidoarjo. Di situ bukan lanjut ke Bandara Juanda Surabaya, tapi malam ganti bus ke Jakarta lewat darat," ungkap perempuan yang meminta identitasnya dirahasiakan itu.

Di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebanyak 101 jemaah menunggu pesawat selama berjam-jam. Lalu, pihak agensi menaikkan jemaah ke pesawat Indigo.

Pesawat itu terbang dari Jakarta terlebih dahulu mendarat di Mumbai, India. Di tanah Hindustan  para jemaah kembali menunggu berjam-jam. Bahkan, sempat ada beberapa visa jamaah yang ditahan petugas bandara karena ramai mengeluh tiadanya konsumsi.

Baca Juga : Percepatan Investasi, DPKPCK Kabupaten Malang Susun RDTR Terintegrasi

"Untungnya, visa dikembalikan lagi oleh petugas bandara Mumbai. Sehingga, kami bisa melanjutkan penerbangan," ungkapnya.

Penerbangan selanjutnya dari Mumbai ke Arab Saudi juga tidak berlangsung tenang. Menurut dia, para jamaah harus menahan haus dan lapar karena sama sekali tidak disediakan makanan atau minuman.

"Kami sampai minta minuman yang itu sebenarnya jatah pramugari. Kami minta ke pramugari diberi minuman. Mungkin kasihan ke jamaah," ujar dia.

Tatkala tiba di Makkah, fasilitas hotel dan konsumsi lancar selama tiga hari. Masalah kembali terjadi saat pindah ke Madinah. Jamaah diajak muter-muter tanpa kejelasan tujuan tempat menginap.

Cekcok antara jamaah terjadi begitu saja hingga videonya menyebar ke berbagai lini media sosial. Usai perang mulut, pihak agensi memberi penginapan.

"Tapi, penginapan sepertinya bukan hotel bintang tiga sebagaimana yang dijanjikan. Ada dua tempat penginapan yang digunakan saat di Madinah, sehingga kami kalau makan harus pindah ke penginapan satunya. Makanan sering terlambat. Contohnya untuk sarapan baru jam 11 siang ada," urainya.

Tiba waktunya jemaah harus pulang ke tanah air, justru masih tertahan selama beberapa hari di Madinah. Jemaah mulai gusar dan uring-uringan dengan agensi.

"Beberapa orang jemaah sampai nekat minta transfer uang keluarganya yang di Indonesia agar bisa pulang tepat waktu," sebutnya.

Tour guide travel Zamzam Erny Yusnita menampik anggapan menelantarkan jamaah. Ia justru merasa kepulangan yang terlambat adalah keuntungan bagi jamaah karena berada lebih lama di Tanah Suci.

"Hanya miskomunikasi saja. Tidak terjadi apa-apa. Semua baik-baik saja. Bersyukur jamaah sudah pulang," sanggahnya ketika pemulangan jamaah yeng terlambat pada 31 Oktober 2023 lalu.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Jemaah umrah telantar Jember Polres Jember jemaah umrah Jember



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy