Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Perawat Amerika Puji Tenaga Medis Indonesia di Gaza: Rela Mati Bersama Warga Palestina

Penulis : Nabilla Erlika Putri Yessynta - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Nov - 2023, 13:04

Placeholder
Kumpulan gambar perjuangan rakyat Palestina (Foto: @Al__Quraan)

JATIMTIMES – Perawat asal Amerika, Emily Callahan memuji ketulusan dan semangat membantu korban yang ditunjukkan para tenaga medis Indonesia di Jalur Gaza. Mereka enggan dievakuasi dan rela mati bersama warga Palestina di tengah gempuran Israel. 

Pujian itu disampaikan Emily Callahan pada Anderson Cooper dari CNN dalam sebuah wawancara ekslusif. Dia meceritakan pengalaman berharga yang tak akan terlupakan usai menetap di Gaza selama 26 hari setelah serangan Israel pecah 7 Oktober silam. Kini Callahan telah dievakuasi dan kembali ke AS minggu lalu dengan selamat.

Baca Juga : Anwar Usman Dicopot dari Ketua MK, Ronny Talapessy: Keputusan yang Adil

Emily Callahan merupakan manajer perawat yang tergabung dalam tim “Doctors Without Borders”. Untuk diketahui, Doctors Without Borders  atau Médecins Sans Frontières (MSF) adalah tim yang menawarkan bantuan kemanusiaan medis kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa batasan, tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, atau afiliasi politik, dengan proyek kemanusiaan lebih dari 70 negara.

Tim MSF yang terdiri dari dokter, perawat, ahli logistik, dan pekerja garis depan lainnya sering kali menjadi pihak pertama yang mengambil tindakan ketika kehidupan masyarakat terguncang akibat konflik, wabah penyakit, bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh manusia.

Callahan menyatakan kepada CNN dalam wawancara eksklusif, bahwa situasi di Gaza sangat mencekam dan menyedihkan kerena tidak ada satu pun ruang maupun tempat yang aman untuk berlindung di sana.

Bagaimana tidak, agresi Israel di Jalur Gaza sendiri saja sudah berlangsung selama satu bulan. Hingga kini, sebanyak 10.328 warga Palestina tewas, 2.719 perempuan dan 4.237 di antaranya adalah anak anak. Ia menggambarkan ribuan warga Palestina hidup dalam kondisi tidak sehat saat bergulat dengan serangan Israel.

“Ada anak-anak yang mengalami luka bakar parah di wajah, leher, seluruh anggota badan, dan karena rumah sakit kewalahan, mereka segera dipulangkan,” kata Callahan. 

“Mereka dipulangkan ke kamp-kamp tanpa akses terhadap air yang mengalir. Saat ini ada 50.000 orang di kamp itu dan empat toilet saja, dan mereka hanya diberi air selama dua jam setiap 12 jam,” lanjut Callahan.

Banyak tenaga kerja medis yang bekerja di Rumah Sakit Indonesia Jalur Gaza, lebih memilih untuk menetap dan tinggal di wilayah utara tersebut meskipun mengetahui bahwa mereka dapat terbunuh. Bahkan, mereka juga mengabaikan perintah untuk evakuasi ke selatan dan tetap teguh merawat pasien yang tiada hentinya berdatangan.

Sebagai informasi, di Gaza utara tempat RS Indonesia berada, ada tiga relawan warga negara Indonesia (WNI) yang memilih untuk tetap tinggal dan tidak dievakuasi demi membantu warga sipil di wilayah tersebut.

Baca Juga : Ketegangan Meningkat, Serangan Udara Israel Hantam Lokasi Militer Suriah

Ketika perintah evakuasi untuk meninggalkan Gaza datang, Callahan mengatakan dia segera mengirim pesan kepada anggota staf rumah sakitnya untuk mengetahui apakah mereka ikut bersamanya.

"Apakah ada di antara kalian yang pindah ke selatan? Apakah ada di antara kalian yang akan keluar?" kata Callahan.

“Mereka (tenaga medis Indonesia menjawab) ini adalah komunitas kami. Ini adalah keluarga kami. Ini adalah teman-teman kami. Jika mereka membunuh kami, kami akan mati demi menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” satu-satunya jawaban mulia yang Callahan dapatkan dari rekan medisnya.

Melihat kegigihan para nakes, Callahan jadi mengkhawatirkan keselamatan rekan-rekannya setiap hari.

"Setiap bangun pagi dan sebelum tidur saya selalu mengirimkan pesan teks dan bertanya, Apakah kamu masih hidup?" kata Callahan. 

"Orang-orang Palestina yang bekerja dengan staf nasional kami, serta staf saya di Rumah Sakit Indonesia adalah orang paling luar biasa yang pernah saya temui dalam hidup saya," lanjutnya.


Topik

Internasional Palestina Gaza Callahan tenaga medis Rumah Sakit Indonesia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nabilla Erlika Putri Yessynta

Editor

Nurlayla Ratri