Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Korban Jual Beli Tanah Kavling di Malang Terus Bertambah 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

08 - Nov - 2023, 19:22

Placeholder
Salah satu anak dari korban yang telah membuat pengaduan ke SPKT Polres Malang terkait penipuan jual beli tanah kavling di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang dilakukan oleh Markatam, Rabu (8/11/2023). (Foto: Dok. Istimewa)

JATIMTIMES - Perkara penipuan jual beli tanah kavling di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang dilakukan oleh Markatam (48) warga Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang terus bergulir. 

Markatam pun telah ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Malang di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/10/2023) lalu setelah menipu belasan orang terkait jual beli tanah kavling di wilayah Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Baca Juga : Dugaan Pembunuhan Wanita di Talok Blitar, Suami Korban Jadi Tersangka

Tersangka dijerat dengan Pasal 154 juncto Pasal 137 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

Setelah ditangkapnya Markatam, banyak masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan Markatam membuat laporan pengaduan ke SPKT Polres Malang. Salah satunya yakni Bob Bimantara Leander (27), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pria yang akrab disapa Bob itu mengatakan, bahwa yang menjadi korban tindak kejahatan Markatam adalah ibunya. Dirinya telah mendapatkan kuasa dari ibunya untuk membuat laporan pengaduan ke SPKT Polres Malang pada Rabu (8/11/2023). 

Pihaknya menjelaskan kronologi ibunya yang telah ditipu oleh Markatam terkait dengan jual beli tanah kavling di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Ibu saya membeli satu kavling tanah di CV. Anugrah Abadi yang berlokasi di Jalan Raya Asrikaton Nomor 79 Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang untuk investasi karena harga juga murah hanya Rp 60 juta," ungkap Bob. 

Sebelum memutuskan untuk membeli sebidang tanah kavling seharga Rp 60 juta, ibu dari Bob sempat melakukan survei ke lokasi tanah kavling pada awal tahun 2020. Bob mengatakan, bahwa sebelum bertemu Markatam, ibunya telah melihat lokasi tanah kavling terlebih dahulu. Di mana ibu dari Bob mendapatkan informasi jual beli tanah kavling tersebut dari kerabatnya.

Lokasi tanah kavling.

Lalu ketika sudah merasa cocok dengan lokasi dan harga yang ditawarkan, ibu dari Bob langsung membayarkan Ikatan Tanda Jadi (ITJ) dihadapan notaris pada 4 Juni 2020 lalu sejumlah Rp 1 juta. Kemudian, ibu dari Bob melakukan pembayaran DP secara bertahap kepada Markatam. 

"Pembayaran DP pertama Rp 14 juta di 3 Juli 2020 dan DP kedua sebesar Rp 15 juta di 6 Agustus 2020. Kedua bukti pembayaran berupa kwitansi yang ditandatangani oleh Markatam sendiri, waktu itu pembayaran dilakukan di kantornya di Pakis," jelas Bob yang geram dengan tindakan Markatam kepada ibunya tersebut. 

Ternyata tidak berhenti disitu, sang ibu telah membayarkan angsuran secara bertahap dalam tiga tahun terakhir, hingga Bulan Januari 2023 lalu. Setidaknya angsuran yang dibayarkan oleh ibu dari Bob per bulannya berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Jika ditotal dengan uang DP, total uang yang telah dibayarkan oleh ibu dari Bob sebesar Rp 46 juta. 

Baca Juga : Remaja di Jombang Dikeroyok Anggota Perguruan Silat, 12 Orang Jadi Tersangka

"Awal Januari 2023 itu menurut penuturan ibu saya, ada yang tidak beres di kavling itu. Karena beberapa user belum mendapat akta jual beli tanah yang di janjikan. Sementara, ibu saya juga belum mendapat akta tersebut," tutur Bob. 

Kemudian, Bob dan ibunya mendengar informasi bahwa Markatam telah ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Malang terkait dengan kasus penipuan jual beli tanah kavling. Berangkat dari kondisi itu, Bob yang telah mendapatkan kuasa dari ibunya membuat laporan pengaduan ke SPKT Polres Malang. 

"Saya sabagai anak kandung pertama diberi kuasa untuk mengadu ke Polres Malang terkait kasus ini. Saya berharap dengan aduan ini, pelaku bisa diproses secara adil adilnya," tandas Bob. 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik mengatakan, bahwa hingga hari ini, total terdapat 13 laporan pengaduan dari korban penipuan jual beli tanah kavling yang dilakukan oleh Markatam ke SPKT Polres Malang. 

"Ada belasan saksi pengaduan dari mereka yang menjadi korban yang telah membayar secara lunas. Besarnya bervariasi mulai dari Rp 40 juta sampai Rp 1,5 miliar, namun tidak dapat menguasi tanah tersebut," kata Taufik. 

Terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan, pihak Satreskrim Polres Malang akan berupaya bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Masalah putusan hukuman ada di pengadilan, kita hanya proses penyelidikan dan yang memutuskan (hukuman) jaksa," tutup Taufik.


Topik

Hukum dan Kriminalitas kota malang penipuan jual beli kavling penipuan properti



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya