JATIMTIMES - Sebuah video viral di media sosial platform Instagram memperlihatkan seorang penumpang pria melakukan onani di dalam Kereta Rel Listrik (KRL). Video tersebut diunggah oleh akun @jalur5 pada Selasa (11/7/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam video berdurasi 22 detik itu, memperlihatkan situasi di dalam KRL di mana perekam video menampakkan 3 orang yang duduk seperti biasa di depannya. Kemudian video memperlihatkan seorang pria di samping perekam yang sedang melakukan onani dan menutupinya dengan tas.
Baca Juga : Idolakan Mark Zuckerberg, Antonio Sky Asah Bakat di Bidang Modeling
Tampak juga ada petugas keamanan KRL yang sedang berjaga di area tersebut. Meski banyak lalu-lalang penumpang, namun pria tersebut tak menghentikan aksi onaninya. Dalam keterangan akun tersebut, pria onani di KRL tersebut terjadi pada Senin (10/7/2023) malam di KRL JL 205 Series Rangkasbitung Line.
"Pelaku dilaporkan turun di Stasiun Tigaraksa. Aksi ini dilakukan sambil menutup celananya dengan tas," tulis keterangan video.
Dijelaskan juga jika perekam video adalah seorang perempuan yang mengaku kaget melihat aksi pria tersebut. "Korban (perempuan) yang memergoki melaporkan ke kami bahwa beliau sangat shock akibat kejadian ini. Identitas dirahasiakan tim J5," tulis akun tersebut.
Sontak unggahan itu pun menuai beragam komentar dari warganet. "Kayaknya KRL mulai jadi tempat favorit ngocok para colikiawan. Kebanyakan nonton JAV," @tetsudo_photog****.
"Ini yang bilang 'kenapa ga laporan ke PKD' mungkin belum tahu risiko apa yang bakal dihadapi sendernya. Kadang rekam posting itu emang perlu, both as a slap in the face buat KAIC dan PKD terkait, sama tentunya buat pelaku/calon pelaku. Kalo misalkan konfrontasi langsung/lapor PKD, chances are big the sender would be harmed in some way," @joyhe****.
Baca Juga : Sudah Terbangun Megah, Tanah Ponpes Thursina di Kabupaten Malang Ini Masih Bermasalah?
"Apakah tidak lemas & risih kek gituan di publik?," @hakimluk******.
"Kansudahdi announce sama petuga PPKA 4, nya kalau ada manusia yg aneh" melapor ke security lebih tepatnya ke PKD nya aja," @hein_*****.