Program "Kandani" di Ngantru, Warga Keluhkan Biaya Penyelesaian Kasus Kecelakaan hingga Balap Liar ke Kapolres Tulungagung | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Program "Kandani" di Ngantru, Warga Keluhkan Biaya Penyelesaian Kasus Kecelakaan hingga Balap Liar ke Kapolres Tulungagung

Sep 23, 2022 20:05
Kapolres Tulungagung saat laksanakan kegiatan Kandani di Kecamatan Ngantru. (Foto : Dokpol / Tulungagung Times)
Kapolres Tulungagung saat laksanakan kegiatan Kandani di Kecamatan Ngantru. (Foto : Dokpol / Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Komunikasi Anda dengan Polisi atau Kandani kembali dilaksanakan oleh Polres Tulungagung. Kali ini, sarana untuk menyerap aspirasi dari masyarakat tersebut digelar di Kantor Kecamatan Ngantru, Jumat (23/9/2022).

Kapolres TulungagungbAKBP Eko Hartanto mengatakan, Kandani konsisten dilaksanakan untuk mengetahui keluhan masyarakat berkaitan dengan kinerja kepolisian.

Baca Juga : Adu Jotos Tukang Becak vs Ojek di Tulungagung Gegara Uang Fee, Polisi Turun Tangan

"Program ini merupakan cara untuk mendengar keluh kesah masyarakat Terkait gangguan kamtibmas dan permasalahan lain yang ada di wilayah kecamatan Ngantru," ujarnya.

Kandani merupakan dialog kamtibmas Polres Tulungagung dengan komunitas dan masyarakat di wilayah hukum setempat.  Termasuk para kapolsek dan unsur muspika bisa melaksanakan kegiatan seperti Kandani, salah satu program unggulan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Nico Afinta.

Kegiatan ini dimaksudkan akan mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai informasi terkait masalah pelayanan kepolisian, pengaduan kriminalitas, bencana hingga informasi seputar tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat.

"Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi pelayanan SIM, STNK/BPKB. Informasi mengenai SKCK, SP2HP, SPKT, pengawalan, patroli maupun keramaian," papar kapolres.

Dalam program ini,  pihaknya juga mengajak bupati dan komandan kodim serta SKPD yang ada di kabupaten Tulungagung. "Jadi,  program ini bukan hanya programnya polisi. Namun ini adalah suatu wadah komunikasi yang bisa dimanfaatkan oleh semuanya," ungkap Eko.

Dalam kegiatan itu masyarakat menyampaikan langsung keluhan kepada polisi.  Banyak pertanyaan yang disampaikan perwakilan masyarakat di Kecamatan Ngantru. Misalnya biaya penyelesaian kasus kecelakaan. Warga bertanya apakah dalam penyelesaian masalah laka, diperbolehkan adanya biaya.

"Terhadap aturan pinjam pakai bukti laka dengan biaya tertentu tidak ada dan tidak diperbolehkan. Namun kalau masyarakat memberikan secara sukarela, dipersilakan," ucap Eko Hartanto.

Baca Juga : Kasus Lukas Enembe, Menko Polhukam Tegaskan Bukan Kasus Politik

Kemudian tentang  balap liar di wilayah Pojok Ngantru, Eko Hertanto juga akan menyelesaikan dengan komprehensif. "Adanya balap liar akan diselesaikan secara komprehensip dengan pemerintah daerah ke arah kegiatan yang positif," jelasnya.

Hal lain yang ditanyakan adalah terkait peruntukan SIM. Yakni bolehkan SIM A biasa diperbolehkan mengemudikan ambulans. "Sopir ambulans bisa menggunakan SIM A untuk menyopiri ambulans," imbuhnya.

Saat kegiatan ini, masyarakat juga meminta kehadiran Polri untuk pembinaan di sekolah dan membantu penyeberangan. "Agar kasatbinmas lakukan pembinaan di sekolah-sekolah, termasuk kasatlantas giatkan kembali PKS," perintah kapolres.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo,  Komandan Kodim 0807 Letkol Noris Agus Rinanto, wakil ketua DPRD kabupaten Tulungagung, perwakilan kajari, forkopimcam,  kepala desa, kepala sekolah dan SKPD Kecamatan Ngantru, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
program kandani Polres Tulungagung

Berita Lainnya