Harga Gandum dan Tepung Terigu Meroket, Produsen Roti Sidoarjo Resah | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Harga Gandum dan Tepung Terigu Meroket, Produsen Roti Sidoarjo Resah

Aug 15, 2022 16:48
Henny Tan, salah satu produsen roti di Sidoarjo (foto: Irwan Febrianto Nugroho/ JatimTIMES)
Henny Tan, salah satu produsen roti di Sidoarjo (foto: Irwan Febrianto Nugroho/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Gandum dan tepung terigu dalam pekan ini dipastikan mengalami kenaikan yang signifikan, hal tersebut juga memicu harga makanan yang menggunakan bahan dasar tepung naik hingga 10 persen dari harga sebelumnya.

Lina Nurmalasari (37) salah satu Pengusaha roti di Sidoarjo mengaku resah dengan kenaikan harga bahan baku yang terus melonjak. "Dampak kenaikan bahan baku sangat terasa sekali dan terpaksa saya perlu menaikkan harga jual. Usaha saya ini masih masuk katagori UKM dan belum mampu berbelanja dengan jumlah besar sehingga mau tidak mau menaikkan harga namun tetap mempertahankan cita rasa roti yang saya produksi," katanya. 

Baca Juga : Manfaatkan Bioteknologi, Profesor UB Kembangkan Fermentasi Tradisional pada Terasi

Hal tersebut juga berasal dari kebijakan pemerintah terkait larangan ekspor gandum oleh pemerintah India yang berpengaruh terhadap harga gandum dalam negeri. "Yang saya tau, Indonesia 100% gandumnya impor, dan belum ada alternatif bahan lainnya sebagai bahan pengganti karena roti gandum masuk katagori roti premium," imbuhnya. 

Lina mengaku sebelumnya, membeli tepung (kemasan 5kg) dari harga Rp 55.000 naik menjadi Rp 62.000. Tepung komaci (khusus untuk roti) semula Rp 27.000/kg naik hingga Rp 33.000/kg. Menyusul gandum yang semula Rp 28.000/kg naik menjadi Rp 32.000/kg. Selain tepung telur juga naik, yang semula Rp 25.000/kg naik menjadi Rp 28.000/kg.

Selain gandum, roti yang banyak dipesan diantaranya, bombolone savori, roti coklat dan aneka roti lainnya. "Saat ini roti yang lagi digandrungi adalah bombolone dengan dua rasa, yakni manis dan asin. "Biasanya saya jual satu kotak bombolone Rp 45.000 karena kenaikan bahan baku, saya terpaksa menaikkan harga dari Rp 50.000 - Rp 55.000 tergantung varian rasa," ujar Lina.

Hal serupa juga dialami oleh Henny Tan Wijaya (42). Spesialis bakery di Sidoarjo ini juga mengalami dampak yang sama. "Bulan ini penjualan menurun drastis, total margin yang saya dapat dari 10 persen turun menjadi 5 persen dari tingkat penjualan," ucapnya. 

Baca Juga : 6 Layanan Traveloka untuk Liburan Anda Semakin Mudah

Selain tepung, bahan baku yang sangat berdampak yakni harga margarin, yang semula Rp 300.000 naik hingga Rp 500.000 (per 15 kg). Rata- rata Henny bisa menghabiskan 50 Kg namun dampak kenaikan ini, turun drastis hingga 30-40 Kg saja.

Jika menggunakan bahan alternatif, rasa roti kurang enak dan berpengaruh sama tekstur roti menjadi kering dan keras. "Harapan kami pemerintah bisa memberikan stimulus terkait kenaikan harga bahan baku pembuatan roti," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
harga gandum kenaikan harga gandum

Berita Lainnya