01/02/2023 Baru 40 Persen Sapi di Tulungagung Dapat Jatah Vaksin PMK | Jatim TIMES

Baru 40 Persen Sapi di Tulungagung Dapat Jatah Vaksin PMK

Jul 11, 2022 19:21
Vaksinator saat memberikan layanan suntikan vaksin dengan mendatangi peternak/ Foto: Istimewa/ Tulungagung Times
Vaksinator saat memberikan layanan suntikan vaksin dengan mendatangi peternak/ Foto: Istimewa/ Tulungagung Times

Pewarta: Anang Basso | Editor: Nurlayla Ratri

JATIMTIMES - Dinas Peternakan dan  Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, terus melakukan vaksinasi hewan ternak untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Dari jumlah vaksin sebanyak 82.500 dosis bantuan dari Provinsi Jawa Timur, yang diterima Pemkab Tulungagung baru 50 persen dari total kebutuhan.

Baca Juga : Pria 35 Tahun di Pakisaji Nekat Akhiri Hidup Pakai Tali Tambang

"Kita masih dapat separonya," kata Kepala Disnak Keswan Mulyanto melalui Sekretaris Dinas, Agus Prijo Utomo, Senin (11/7/2022).

Lanjutnya, hingga saat ini pihak vaksinator yang dikerahkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan sekitar 40 persen vaksin untuk ternak jenis sapi.

"Masih 40 persen (per hari ini) dari total (ternak) yang ada," ujarnya.

Sekretaris Disnak Keswan ini memaparkan, total ternak sapi kurang lebih di Tulungagung ada 170.000 ekor. Sedangkan vaksin yang saat ini tersedia ada 82.500 dosis.

"Sekitar 50.000 ternak yang sudah divaksin dan prioritas untuk sapi perah di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo," ungkapnya.

Seperti diketahui, akibat PMK banyak hewan terpapar dan yang paling parah mengakibatkan kematian.

Data yang dicatat oleh Pemkab Tulungagung, hingga pertengahan Juli 2022 ada 44 ekor sapi mati karena PMK. Data yang dicatat itu merupakan data resmi dan telah dipastikan penyebab kematian sapi-sapi itu.

"Sampai pertengahan Juli 2022, didapati 44 ekor sapi mati karena PMK. Ini sudah kita pastikan memang karena PMK,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Senin (11/07/2022).

Baca Juga : MUI Gandeng Forpimka Glagah Laksanakan Penyembelihan Kurban

Dia mengungkapkan, ada 33 ekor sapi milik masyarakat yang harus dipotong paksa untuk menghindari dampak buruk dari serangan wabah PMK di Tulungagung. Agar tidak semakin parah, pihak Pemkab terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran dan pengobatan pada sapi-sapi yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Data yang dicatat Pemkab, sebut Maryoto, hingga saat ini ada 1.931 sapi yang sakit dan sudah dilakukan pengobatan. Dari 1.931 ekor sapi yang diobati, 756 diantaranya sudah sehat, 33 ekor dipotong paksa dan 49 ekor mati.

"Pemkab melakukan langkah tegas dengan menghentikan lalu lintas sapi dari luar daerah, pedagang sapi dari luar daerah wajib menunjukkan bukti jika sapinya dalam kondisi sehat," ucapnya.

Selain menghentikan lalu lintas sapi dari luar daerah, Pemkab Tulungagung juga terus menggencarkan vaksinasi untuk sapi sehat dan pemberian obat bagi sapi yang sakit serta menyiapkan anggaran mencapai Rp 700 juta untuk menangani kasus PMK.

“Sudah kita siapkan anggaran sampai 700 juta rupiah untuk pencegahan dan pengobatannya,” ungkapnya.

Dengan anggaran yang sudah disiapkan, Maryoto yakin bisa melengkapi proses percepatan vaksinasi yang telah dilakukan. Apalagi, Pemkab Tulungagung mendapatkan tambahan alokasi vaksin lebih dari 80 ribu dosis dan sudah disalurkan setiap hari kepada sapi-sapi sehat di seluruh Tulungagung agar tidak tertular.

Judul berita Baru 40 Persen Sapi di Tulungagung Dapat Jatah Vaksin PMK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Kabupaten Tulungagung vaksin pmk

Berita Lainnya