Melalui SE, Wali Kota Sutiaji Beber 14 Ketentuan Pemotongan Hewan Bersyarat | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Melalui SE, Wali Kota Sutiaji Beber 14 Ketentuan Pemotongan Hewan Bersyarat

Jun 22, 2022 09:02
Wali Kota Malang Sutiaji ketika melakukan peninjauan pembangunan rumah subsidi di Perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Malang yang berada di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Senin (20/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji ketika melakukan peninjauan pembangunan rumah subsidi di Perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Malang yang berada di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Senin (20/6/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 32 Tahun 2022 tentang kegiatan pelaksanaan Idul Adha Tahun 1443 H dan pelaksanaan kurban dalam situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) yang telah ditandatangani Wali Kota Malang Sutiaji tertanggal 17 Juni 2022.

Dalam SE tersebut, Sutiaji mengatur beberapa hal yang menyangkut dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah dan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satunya terkait ketentuan pemotongan hewan bersyarat yang sudah tidak dapat diobati dan dalam kondisi ambruk.

Baca Juga : Perhatikan! Ini Syarat Berjualan Hewan Kurban di Kota Malang dalam Situasi Wabah PMK

Pertama, pemotongan hewan bersyarat merupakan pemotongan yang dilaksanakan dengan persyaratan tertentu sesuai dengan jenis penyakit hewan dan bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit hewan pada hewan, lingkungan hidup dan manusia.

Kemudian, pemotongan hewan bersyarat hanya dapat dilakukan di tempat hewan berada. Hal itu juga harus menunggu hasil pemeriksaan dokter hewan berwenang yang menyatakan bahwa hewan tidak dapat diobati atau hewan dalam kondisi ambruk.

Selain itu, pemotongan hewan bersyarat juga harus memerhatikan kesejahteraan hewan, keselamatan petugas dan keamanan lingkungan. Lalu untuk proses pemotongan hewan bersyarat diusahakan dilaksanakan pada tempat terpisah atau isolasi dari hewan hidup.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang itu juga menyebutkan, bahwa proses pemotongan hewan bersyarat harus dilakukan di bawah pengawasan dokter hewan dan paramedik veteriner yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan berwenang.

"Dokter hewan atau paramedik veteriner dan orang yang terlibat dalam pelaksanaan pemotongan hewan, penanganan karkas dan jeroan harus memakai Alat Pelindung Diri (APD)," tutur Sutiaji dalam keterangan yang dikutip JatimTIMES.com, Rabu (22/6/2022).

Selanjutnya, pemeriksaan postmortem dilaksanakan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan berwenang. Lalu pada saat pemotongan dilaksanakan, diimbau untuk meminimalkan penggunaan air.

Kemudian, jika memungkinkan tulang dan kelenjar getah bening atau limfoglandula utama dipisahkan dari daging (deboning and deglanding) jika tidak memungkinkan daging harus direbus minimal 30 menit.

Baca Juga : Pemkot Malang Ajukan 2.800 Dosis Vaksin PMK untuk Sapi Sehat

Lalu untuk limbah yang meliputi air bekas pemotongan, darah, isi jeroan, eksudat dan kelenjar getah bening atau limfoglandula harus ditampung dan tidak boleh dibuang ke lingkungan. Limbah tersebut harus ditampung di dalam lubang atau wadah yang dapat didisinfeksi.

"Tempat pemotongan dan peralatan harus dibersihkan dan didisinfeksi setelah proses pemotongan," ujar Sutiaji.

Lebih lanjut, untuk APD yang telah digunakan oleh dokter hewan atau paramedik veteriner serta orang-orang yang terlibat dalam pemotongan hewan bersyarat harus ditanggalkan dan dibuang dalam lubang kemudian dibakar.

"Semua orang yang menangani pemotongan bersyarat harus selalu menjaga higiene personal serta kebersihan dan sanitasi," tandas Sutiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
penyakit mulut dan kuku kesehatan hewan kurban

Berita Lainnya