26/11/2022 Pemkot Mojokerto Jadi Contoh Daerah Lain soal Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah | Jatim TIMES

Pemkot Mojokerto Jadi Contoh Daerah Lain soal Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah

Jun 21, 2022 16:25
Studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, dan dedekah (ZIS).
Studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, dan dedekah (ZIS).

Pewarta: Abdullah M | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES -Pemerintah Kota Mojokerto kembali menjadi contoh bagi daerah lain. Kali ini, Kabupaten Gresik menjadi salah satu tamu yang ingin melakukan studi tiru tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). 

Untuk mengetahui secara langsung bagaimana pengelolaan ZIS di Kota Mojokerto, rombongan Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Gresik mengunjungi Kantor Wali Kota Mojokerto Jalan Gajah Mada 145 Kota Mojokerto, Selasa (21/6/2022). Rombongan diterima Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Mojokerto Iwandoko.

Baca Juga : Dampak PMK, 135 Sapi Dipotong Paksa di Kota Malang, Dispangtan Sebut 96 Sapi Sembuh

“Di Kota Mojokerto ternyata sudah kerja sama dengan bagus. Ada koordinasi yang bagus antara Baznas, wali kota, dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial. Kalau di kabupaten Gresik memang belum sampai di situ,” puji Nur Saidah, wakil ketua DPRD Kabupaten Gresik.

Dukungan dari pemkot dalam pengelolaan ZIS juga dibuktikan dengan telah adanya payung hukum yang jelas sehingga mempermudah pengelolaan ZIS. “Kota Mojokerto sudah ada perwalinya. Jadi, paling tidak kita pengen tahu yang sudah ada cantolan hukumnya itu seperti apa,” jelas Nur Saidah 

Menurut dia, di Pemkot Mojokerto, aturan hukum yang sudah dibuat sudah sesuai dengan kondisi saat ini. Oleh karenanya, studi tiru ini dapat menjadi bahan penting untuk menyesuaikan aturan hukum, khususnya bagi Kabupaten Gresik. 

“Pasti ada proses-proses yang kurang di dalam penyusunan aturan. Jadi, nanti kita membuat perda itu sesuai dengan kondisi sekarang ini. Kemudian meneliiti kembali pasal-pasalnya,” imbuh Saidah. 

Terkait bentuk kerjabsama antara Baznas dengan berbagai OPD Kota Mojokerto, Nur Saidah berencana akan mengkaji lebih lanjut.  “Pola kerja sama yang bagus antarpihak itu nanti pasti akan kami bawa di rapat-rapat pembahasan, apakah mitra-mitra terkait itu harus dimasukkan di dalam aturan yang ada di dalam pasal untuk perda,” pungkasnya. 

Baca Juga : Warga Perum Green Garden Tuntut Pengembang Sediakan Masjid dan Lahan Makam

Terpisah, Ketua Baznas Kota Mojokerto Dwi Hariadi dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa dukungan dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga menjadi hal yang utama dalam pengelolaan zakat.

“Atas arahan Ibu Wali Kota setiap ada aduan yang masuk ke Baznas bisa segera kita tindak lanjuti. Misalnya untuk bantuan anak yatim. Kalau dari APBD yang ada di Dinas Sosial, anak yatim yang didata saat ini baru akan memperoleh bantuan tahun depan, tapi melaluiBaznas. Dia yatim hari ini, besok sudah bisa dapat bantuan. Begitu pula kalau dalam satu kartu keluarga ada lebih dari satu orang anak yatim, yang tidak mendapat bantuan APBD akan dibantu oleh Baznas,” jelasnya. 

Turut hadir menerima rombongan dari DPRD Kabupaten Gresik, Sekretaris Dinsos P3A Susilawati, Wakil Ketua Baznas Kota Mojokerto Akhnan, serta perancang perundang-undangan Bagian Hukum Setda Kota Mojokerto Eko Rinawan.

Judul berita Pemkot Mojokerto Jadi Contoh Daerah Lain soal Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Pemkot Mojokerto Pemkab Gresik

Berita Lainnya