06/12/2022 Bukan Tilang, Polisi hanya Beri Imbauan Pengendara yang Gunakan Sandal Japit saat Berkendara | Jatim TIMES

Bukan Tilang, Polisi hanya Beri Imbauan Pengendara yang Gunakan Sandal Japit saat Berkendara

Jun 18, 2022 19:47
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna saat memberikan pengarahan kepada jajaran anggota Satlantas Polresta Malang Kota. (Foto: Humas Polresta Malang Kota)
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna saat memberikan pengarahan kepada jajaran anggota Satlantas Polresta Malang Kota. (Foto: Humas Polresta Malang Kota)

Pewarta: Tubagus Achmad | Editor: Dede Nana

JATIMTIMES - Beredar informasi bahwa akan dilakukan penilangan terhadap pengendara yang menggunakan sandal japit, pasca adanya imbauan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi terkait keselamatan dalam berkendara.

Terkait adanya informasi tersebut, Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppy Anggi Khrisna menegaskan, bahwa tidak terdapat penilangan terhadap pengendara yang menggunakan sandal japit. Hanya saja sifatnya berupa imbauan kepada masyarakat. 

Baca Juga : Imbas Wabah PMK, KOP SAE Pujon Merugi hingga Rp 3 Miliar

"Serta edukasi kepada mayarakat agar lebih memilih dan menggunakan kelengkapan keamanan berkendara yang mampu melindungi anggota tubuh dari risiko fatalitas (kematian) apabila terjadi kecelakaan," ungkap Yoppy. 

Perwira polisi dengan satu melati di pundaknya ini menuturkan, adanya imbauan tersebut untuk memberikan rekomendasi kepada masyarakat agar memerhatikan keselamatan dan keamanan saat berkendara. Salah satu contohnya, apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, tentunya masyarakat yang menggunakan sepatu lebih kecil risiko fatalitas atau kematiannya daripada yang hanya menggunakan sandal japit. 

"Yang menggunakan helm SNI dan di klik, lalu tambah menggunakan jaket mungkin akan lebih kecil risiko fatalitas nya daripada yang tidak menggunakan helm dan hanya menggunakan kaos," ujar Yoppy. 

Untuk itu, dengan beberapa pertimbangan dan rekomendasi tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menghentikan polemik tentang penggunaan sandal japit bagi pengendara akan ditilang. Karena, informasi tersebut tidak benar dan telah ditegaskan kembali oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi melalui website korlantas.polri.go.id.

"Kami mengajak mari bersama sama untuk  memilih dan menggunakan alat keselamatan berkendara yang lebih aman guna mengurangi risiko fatalitas apabila terjadi laka lantas, dan yang terakhir mari meningkatkan kesadaran akan tertib berlalulintas, hindari pelanggaran, dan malu apabila melanggar," terang Yoppy. 

Baca Juga : Operasi Patuh Semeru 2022 di Tulungagung Hanya Tindak 500 Pelanggar Tiap Hari

Lebih lanjut, saat ini pihaknya tengah menggelar Operasi Patuh Semeru 2022 dengan mengambil tema "Tertib Berlalulintas Menyelamatkan Anak Bangsa". Operasi Patuh Semeru 2022 ini digelar mulai 13 hingga 26 Juni 2022 mendatang. 

Tidak kurang sekitar 250-an pelanggar telah dilakukan penilangan menggunakan E-TLE mobile yang dilaksanakan oleh dua unit Mobil Integrated Capture Attitude Record atau Incar milik Satlantas Polresta Malang Kota. Di mana proses penilaian pelanggaran lalu lintas akan terekam secara otomatis melalui kamera yang berada di atas Mobil Incar.

Judul berita Bukan Tilang, Polisi hanya Beri Imbauan Pengendara yang Gunakan Sandal Japit saat Berkendara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
pengendara pakai sandal jepit polemik sandal jepit

Berita Lainnya