27/11/2022 Dorong Kemandirian Pesantren Berbasis Agri-Santripreneur, Pemkab Pamekasan Siapkan Sejumlah Bantuan | Jatim TIMES

Dorong Kemandirian Pesantren Berbasis Agri-Santripreneur, Pemkab Pamekasan Siapkan Sejumlah Bantuan

Jun 04, 2022 20:29
Bupati Pamekasan saat meninjau salah satu usaha peternakan milik salah satu pesantren di Pamekasan. (Foto:Ist/JTN)
Bupati Pamekasan saat meninjau salah satu usaha peternakan milik salah satu pesantren di Pamekasan. (Foto:Ist/JTN)

Pewarta: khairul rozi | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES. - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyambut baik pondok pesantren yang mengembangkan pertanian untuk mendorong kemandirian pesantren berbasis agri-santripreneur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan Ajib Abdullah menyampaikan, pihaknya menyiapkan bantuan hibah untuk pesantren yang ingin memupuk santrinya memiliki kemampuan bertani. Selain mempersiapkan potensi santri, program tersebut juga mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Puluhan Rancangan Batik Pamekasan Akan Tampil di Pagelaran Eksotika Bromo

Bantuan hibah pertanian itu tidak hanya kepada kelompok tani. Lembaga non-profit juga berhak menerimanya, termasuk pondok pesantren.

"Lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pertanian, kami harus masuk. Bukan hanya untuk kelompok tani. Meskipun memang ada bantuan yang harus lewat kelompok tani," ungkapnya, Sabtu (04/6/2022).

Mantan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) itu menambahkan, pihaknya harus melihat terlebih dahulu pesantren yang menginginkan bantuan hibah pertanian tersebut. Mulai lokasi pesantren, serta potensi daerah,. Sebab , hal itu sangat menentukan kesuksesan program tersebut.

"Pesantren yang mau mengembangkan pertanian, kita lihat potensinya. Misalnya kalau daerah Tlanakan diberi durian kan tidak cocok. Makanya kita harus lihat potensi yang ada, lokasi pesantrennya di mana. Ada air atau tidak," ujar Ajib.

Dia mencontohkan, di daerah tegal seperti daerah Pegantenan, tanaman yang cocok adalah alpukat dan durian. Sementara daerah yang memiliki potensi air bagus bisa fokus terhadap pengembangan padi dan jagung. Selain itu, pesantren  bisa meminta arahan kepada instansinya tentang tanaman yang cocok di daerah tersebut.

"Tahun ini rencananya ada 13 pesantren (jadi pilot project pesantren berbasis agri-santriprenuer,red). Kita lihat perkembangannya. Kiita tidak usah muluk-muluk. Ke-13 pesantren ini bisa jos atau real itu sudah sangat luar biasa," tandasnya.

Baca Juga : Dibuka Wakil Bupati Fattah Jasin, Pamekasan Gelar Outbound Cabang Olahraga

Menurut Ajib, s13 pesantren yang menjadi percontohan kemandirian pesantren berbasis agri-santriprenuer itu tersebar di 13 kecamatan dengan aneka bantuan sesuai potensi alam di pondok pesantren tersebut.

"Bantuannya nanti bisa berbentuk barang. Ke belakang kita harus berdiskusi dengan lembaga untuk mengetahui potensinya," pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ahmadi mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung kemandirian pondok pesantren, tidak hanya pertanian dan peternakan, tetapi juga di bidang perikanan yang memerlukan perhatian serius.

"Kami berharap pemerintah mensupport program seperti ini untuk mendorong kemandirian pesantren," ucapnya.

Judul berita Dorong Kemandirian Pesantren Berbasis Agri-Santripreneur, Pemkab Pamekasan Siapkan Sejumlah Bantuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Pemkab Pamekasan Kemandirian pesantren

Berita Lainnya