06/12/2022 Bisnis Katering Rumahan ala Pasutri Asal Tumpang, Cuan Terus Bertambah | Jatim TIMES

Bisnis Katering Rumahan ala Pasutri Asal Tumpang, Cuan Terus Bertambah

Apr 28, 2022 11:09
Salah satu produk bisnis katering rumahan Sumar dan Siti Munawaroh.(foto : Nila Maulida)
Salah satu produk bisnis katering rumahan Sumar dan Siti Munawaroh.(foto : Nila Maulida)

Pewarta: Nila Maulida | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Bisnis makanan rumahan merupakan suatu bisnis yang banyak diminati kalangan masyarakat. Terutama bagi pelaku bisnis yang tidak suka terjun di lapangan. 

Katering makanan rumahan juga satu contoh bisnis yang tidak termakan waktu dan berpeluang menghasilkan cuan. Sebab, baik saat Ramadan, Lebaran, maupun hari-hari biasa, bisnis ini tetap dicari di mana-mana. Pasalnya, semua orang pasti akan selalu membutuhkan makanan dalam setiap acara. 

Baca Juga : Mau Yang "Kuburan" atau Lapindo, Mi Ayam Bledek dengan 13 Rasa Unik di Malang

Salah satu pelaku bisnis katering rumahan asal Tumpang, Kabupaten Malang, ini contohnya. Pebisnis katering rumahan ini bernama Sumar dan Siti Munawaroh. Pasangan suami istri (pasutri) yang memiliki hobi memasak tersebut memanfaatkan kegemarannya itu untuk berbisnis. "Kami menekuni bidang kuliner katering rumahan karena kami hobi memasak," ujar Sumar.

Selain memilih bisnis tersebut karena hobi,  dalam wawancaranya bersama JatimTIMES, Sumar dan istri menuturkan bahwa mereka melihat peluang menguntungkan dari bisnis katering rumahan tersebut. Mereka berpendapat bahwa membangun bisnis semacam ini tidak perlu bermodal besar karena tidak perlu melakukan sewa tempat dan dapat dilakukan dari rumah.

"Modal awal kami sebesar Rp. 1.000.000. Hal ini karena peralatan untuk memulai bisnis sudah tersedia di dapur. Selain itu, kadang modalnya berasal dari pemesan yang sudah membayar uang muka. Jadi, lebih fleksibel," imbuh Sumar.

Bisnis katering rumahan yang telah dibangun sejak tahun 2004 tersebut mengusung menu khas Indonesia. Para pembeli atau pemesan bebas memilih makanan berat, jajanan pasar, olahan daging ayam, sayuran berkuah, sayuran bersantan, hingga nasi tumpeng apa pun.

Bisnis katering rumahan yang hanya dijalankan oleh dua orang tersebut rata-rata memiliki pesanan sejumlah 25-30 paket makan siang dan 3-5 nasi tumpeng per hari.  Sumar dan Siti Munawaroh menjelaskan bahwa keuntungan yang mereka dapatkan pada tahun pertama mendirikan bisnis sebesar Rp. 4.000.000.

Kendati demikian, bisnis ini mengalami peningkatan pendapatan setiap tahun. Omzet terbesar yang mereka dapatkan setiap bulan mencapai 15-20 juta rupiah. Hal ini dikarenakan lingkungan tempat ia mendirikan bisnis dengan target pasar dirasa sangat seimbang.

Target pasarnya sendiri merupakan pengajar, staf sekolah maupun para murid. Karena berada di lingkungan pendidikan, pesanan dari para guru, organisasi seperti OSIS, hingga pejabat sering membeludak, terutama ketika bulan puasa dan hari besar tiba.

Meskipun telah mencapai omzet puluhan juta setiap bulan, pengelolaan bisnis ini tidak terlepas dari kendala. Jika para bisnis mengalami kendala saat pandemi, bisnis katering rumahan ini justru banyak diminati kala pandemi atau PPKM tiba. Pasalnya, orang-orang yang melakukan karantina tidak bisa ke pasar untuk membeli bahan pangan sehingga tidak ada cara lain selain memesan makanan melalui bisnis katering rumahan tersebut.

Kendala lain yang  dialami biasanya berupa kenaikan bahan pokok katering secara tiba-tiba. Sehingga, modal yang harus mereka keluarkan lebih besar namun keuntungan dari bisnis katering rumahan tetap sama karena harga katering tidak bisa dinaikkan.

Baca Juga : Biografi Singkat Ismail Marzuki, Pencipta Lagu Hari Lebaran yang Melegenda hingga Menjadi Pahlawan Nasional

"Untuk mengatasi hal tersebut, kami biasanya tidak membeli bahan yang sudah dijual di pasaran. Kami memilih untuk membeli dan bernegosiasi langsung kepada petani yang merupakan produsen utama bahan makanan," ujar Siti Munawaroh.

Bisnis yang telah berdiri selama 18 tahun tersebut memiliki kelebihan harga yang sangat terjangkau. Sehingga cocok bagi kantong para siswa sekitar yang ingin menyelenggarakan event dan membutuhkan jasa katering.

Meski harganya terbilang terjangkau, bisnis katering rumahan Sumar dan Siti ini memiliki cita rasa yang khas dan tidak kalah lezat dengan masakan katering lainya.

Mengingat banyaknya pelanggan selama bertahun-tahun, Sumar dan Siti Munawaroh berharap tahun depan dapat mendirikan cabang di tempat lain. Lokasi yang ingin mereka tuju adalah Kecamatan Poncokusumo.

Tidak berhenti di situ, sepasang suami istri tersebut menyebutkan bahwa menjalani bisnis itu tidak perlu terlalu dibuat pusing. Mereka menuturkan, asalkan menekuni bisnis seusai passion dan hobi.

"Kalau mau berbisnis usahakan sesuai dengan hobi supaya tidak berat saat ada kendala, selain itu jangan lupa untuk berdoa dan berusaha sebaik mungkin," ujar Sumar pada Kamis, (28/04/2022).

Judul berita Bisnis Katering Rumahan ala Pasutri Asal Tumpang, Cuan Terus Bertambah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Bisnis katering Katering rumahan

Berita Lainnya