Cegah Penumpukan Massa, Sanusi Tiadakan Salat Ied Bersama ASN | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Cegah Penumpukan Massa, Sanusi Tiadakan Salat Ied Bersama ASN

Apr 27, 2022 18:38
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Istimewa).).
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Istimewa).).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang meniadakan Salat Ied bersama Aparatur Sipil Negara pada Hari Raya Idul Fitri. Sementara biasanya, tepatnya pada moment Hari Raya Idul Fitri, Pemkab Malang mengkonsentrasikan Salat Ied di Pendapa Kabupaten Malang di Kepanjen.

Menurut Bupati Malang, HM. Sanusi, hal tersebut sengaja dilakukan untuk mencegah penumpukan massa di kalangan ASN Pemkab Malang saat Sholat Ied. Apalagi Kabupaten Malang juga masih dalam masa PPKM Level 2.

Baca Juga : 5 Negara Ini Disebut Paling Aman jika Terjadi Perang Dunia III, Ada Selandia Baru

"Iya, Salat Ied diperbolehkan, tapi untuk ASN yang biasanya dikonsentrasikan di Kepanjen untuk tahun ini ditiadakan. Untuk mencegah penumpukan massa," ujar Sanusi.

Untuk itu, Sanusi mempersilahkan jajaran ASN-nya untuk melaksanakan Salat Ied di daerahnya atau di kampung halamannya masing-masing. Sekaligus untuk dapat berlebaran bersama keluarganya.

Apalagi setelah pandemi berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir, yakni sejak tahun 2020 dan 2021, sejumlah pembatasan diberlakukan pada aktivitas masyarakat. Termasuk saat momen Lebaran di tahun 2020 dan di tahun 2021.

"Jadi biar melaksanakan Salat Ied di wilayahnya masing-masing bersama keluarga. Saya nanti juga Salat Ied di Gondanglegi," terang Sanusi.

Sementara itu, Sanusi juga mengatakan bahwa dengan kelonggaran yang ada akibat melandainya Covid-19, pihaknya juga tidak ingin masyarakat kecolongan. Artinya, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga : Sosok Ummu Mahjan, Marbot Perempuan Masjid Nabawi yang Dihormati Rasulullah SAW

"Jadi kalaupun nanti di Malang sudah nol kasus baru dan tidak ada lagi penularan, harus tetap kita jaga, jangan sampai ada penularan dari luar Malang," pungkas Sanusi.

Sementara itu sebagai informasi, dikutip dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, saat ini kasus aktif Covid-19 tercatat hanya tinggal 8 kasus aktif. Dimana per 24 April 2022 lalu, juga tercatat ada 2 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Dan masih ada 3 pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pos Lebaran di Kabupaten Malang Bupati Malang Sanusi

Berita Lainnya