Dituding Gondol Uang Rp 100 Juta Saat Jabat PJ Kades, Sekcam di Tulungagung Ini Adukan Perangkat Desa ke Polisi | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Dituding Gondol Uang Rp 100 Juta Saat Jabat PJ Kades, Sekcam di Tulungagung Ini Adukan Perangkat Desa ke Polisi

Apr 21, 2022 20:07
Matyani, Sekcam Tanggunggunung saat di depan Mapolres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Matyani, Sekcam Tanggunggunung saat di depan Mapolres Tulungagung (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Sekretaris Kecamatan Tanggunggunung, tampak keluar dari ruang Penyidik Pidana Umum Satreskrim Polres Tulungagung. Pria yang pernah menjabat sebagai PJs Kepala Desa Pakisrejo, Matyani ini mengaku baru dimintai keterangan atas aduan yang dilayangkan pengacaranya dalam kasus pencemaran nama baik.

Saat dikonfirmasi awak media, Matyani (55) mengatakan jika ia merasa menjadi korban penistaan, kabar bohong dan pencemaran nama baik yang dilakukan mantan anak buahnya, AS perangkat Desa Pakisrejo.

Baca Juga : Simak, Berikut Waktu Utama Membayar Zakat Fitrah dan Jumlahnya

"Dipanggil untuk dimintai keterangan atas aduan yang kami buat melalui penasehat hukum saya di Surabaya," kata Matyani, Kamis (21/4/2022).

Ada sekitar 2 jam dengan 12 pertanyaan diajukan penyidik atas aduannya yang telah dilayangkan sejak 7 Maret 2022, lalu. 

"Awalnya di ruang layanan atau tepatnya hari Rabu tanggal 2 Februari 2022 ia mengatakan selama menjabat PJ Kades, saya membawa uang 100 juta," ucap Matyani di halaman Mapolres Tulungagung.

Mendengar hal ini, sebagai pejabat ia tidak lekas marah dan menganggap apa yang disampaikan AS itu benar. Ia pun menempuh jalan klarifikasi, agar tuduhan itu dapat diluruskan.

"Prosedur sudah saya jalankan, yang bersangkutan saya panggil untuk menjelaskan apakah benar ia mengatakan saya membawa uang sebesar 100 juta rupiah," ujarnya.

Saat itu, AS di depan Matyani Membantah telah mengatakan di depan banyak orang perihal uang yang dimaksud.

"Dia membantah, kemudian saya katakan kalau memang kamu sebagai takmir masjid dan tidak mengatakan demikian, coba kata tidak itu ditambahi dengan Demi Allah," ungkapnya.

AS disebut Matyani kemudian meminta waktu lima menit untuk buang air kecil. Namun, kemudian ia meminta waktu 24 jam untuk berpikir dan memenuhi keinginannya. 

Baca Juga : Kisah Sahabat Rasulullah: Az-Zubair bin Al-'Awwam yang Kaya-raya, Rela Melepas Seluruh Harta di Jalan Allah

"Saat saya keliling ke desa-desa, saya di telpon katanya untuk urusan itu lebih enak ketemu langsung. Saya jawab, saya siap, di rumah saya siap, di rumahnya siap dan di warung kopi juga siap. Tapi ternyata tidak ada apa-apa (kabar)," imbuhnya.

Rupanya, AS telah mendapat support dari kepala desanya yang mengatakan di depan para perangkat jika kalau masalah ini tidak cukup bukti.

"Di depan para perangkat, kades ini mengatakan agar AS tidak usah takut. Kalau kasus ini tidak cukup bukti dan tidak perlu takut sama polisi. Akhirnya saya tersinggung, dan meminta pendapat penasehat saja, ya sudah kita laporkan," jelasnya.

Hal ini penting dilakukan Matyani, karena menurutnya saat menjabat PJ Kepala Desa Pakisrejo ia tidak membawa uang 100 juta rupiah seperti yang dituduhkan teradu AS.

Hingga berita ini diturunkan, pihak AS belum berhasil diminta konfirmasinya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Perangkat Desa Kepala Desa

Berita Lainnya