06/12/2022 Akses NIK Kini Ada Tarifnya Rp 1.000, Ini Alasannya | Jatim TIMES

Akses NIK Kini Ada Tarifnya Rp 1.000, Ini Alasannya

Apr 14, 2022 10:13
KTP (Foto: unair.ac.id)
KTP (Foto: unair.ac.id)

Pewarta: Desi Kris | Editor: A Yahya

JATIMTIMES - Saat ini mengakses nomor induk kependudukan (NIK) di databases akan dikenakan tarif Rp 1.000. Alasan pemerintah menarik tarif Rp1.000 setiap kali akses NIK itu agar pemerintah memiliki dana untuk perawatan sistem data kependudukan.

Adapun selama ini, server data kependudukan belum pernah diperbaiki karena tidak memiliki anggaran. Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri telah 4 kali mengajukan anggaran. Namun selalu ditolak oleh Kementerian Keuangan.

Baca Juga : Perajin Lampion di Jombang Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, perangkat keras server data kependudukan sudah berusia 10 tahun dan sudah tak punya garansi. Suku cadang perangkat keras itu juga sudah tidak ada di pasaran.

"Memang sudah saatnya server-server ini diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan menjaga Pemilu Presiden dan Pilkada Serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih," jelas Zudan.

Aturan penerapan ini nantinya akan berlaku bagi lembaga pengguna database kependudukan. Apabila suatu lembaga mengakses unsur data kependudukan lain juga akan dikenakan biaya.

Untuk detail biayanya saat ini masih dirumuskan dalam rancangan Peraturan Pemerintah Penerimaan Negara Bukan Pajak (RPP PNBP).

Baca Juga : Mudahkan Kepemilikan Identitas Kependudukan, Dispendukcapil Berikan KIA Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Zudan menjelaskan, selama ini biaya akses digratiskan karena pemerintah yang menanggungnya melalui Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

Judul berita Akses NIK Kini Ada Tarifnya Rp 1.000, Ini Alasannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Zudan Arif Fakrulloh akses nik

Berita Lainnya