07/12/2022 BI Kediri Sosialisasikan CBPR, Sekaligus Gelar Kelas Memasak Tanpa Minyak | Jatim TIMES

BI Kediri Sosialisasikan CBPR, Sekaligus Gelar Kelas Memasak Tanpa Minyak

Mar 31, 2022 22:05
BI Kediri Sosialisasikan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada ibu-ibu berupa kegiatan Kelas Memasak dengan tema “Ibu Bijak Kelola Rupiah, Tanpa Minyak Masak Tetap Enak” pada Kamis (31/3) di Warung Wakaka, Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)
BI Kediri Sosialisasikan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada ibu-ibu berupa kegiatan Kelas Memasak dengan tema “Ibu Bijak Kelola Rupiah, Tanpa Minyak Masak Tetap Enak” pada Kamis (31/3) di Warung Wakaka, Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)

Pewarta: Bambang Setioko | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri Sosialisasikan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada ibu-ibu berupa kegiatan Kelas Memasak: “Ibu Bijak Kelola Rupiah, Tanpa Minyak Masak Tetap Enak” pada Kamis (31/3) di Warung Wakaka, Mojoroto, Kota Kediri, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Acara dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI Kediri, M. Choirur Rofiq, dilanjutkan dengan sosialisasi CBP Rupiah oleh Tim Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Kantor Perwakilan BI Kediri, dan kelas memasak oleh Executive Chef Societe Café, Agus Pinarko.

Baca Juga : Kejurkot BSS-Pempek Farhan Malang 2022 Usai Digelar, Banyak Munculkan Atlet Potensial Baru

Dalam sambutannya Choirur Rofiq menjelaskan bahwa tugas utama BI adalah untuk “mencapai dan memelihara stabilitas nilai Rupiah”. Di antaranya berwenang menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia, termasuk mengedarkan uang Rupiah (logam dan kertas) ke seluruh pelosok negeri dengan jumlah, pecahan, dan kualitas (soil level) sesuai kebutuhan masyarakat.

 "Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, uang Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI. Untuk mendukung hal tersebut, BI menyelenggarakan program sosialisasi dan edukasi CBP Rupiah ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu. Kelompok ibu-ibu dinilai memiliki peran penting untuk menyebarkan pesan-pesan CBP Rupiah lebih luas lagi," kata Choirur Rofiq.

Choirur Rofiq juga berpesan bahwa CBP Rupiah terdiri dari 3 Cinta: mengenal, merawat, dan menjaga Rupiah; 3 Bangga: simbol kedaulatan, pembayaran yang sah, dan pemersatu bangsa; dan 3 Paham: bertransaksi, berbelanja, dan berhemat, termasuk menggunakan alat pembayaran non tunai/digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal).

BI Kediri Sosialisasikan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada ibu-ibu berupa kegiatan Kelas Memasak dengan tema “Ibu Bijak Kelola Rupiah, Tanpa Minyak Masak Tetap Enak” pada Kamis (31/3) di Warung Wakaka, Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)

"Dalam kehidupan sehari-hari, Cinta Rupiah dapat dilakukan dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), agar terhindar dari kejahatan uang palsu. Cinta Rupiah juga dapat dilakukan dengan 5 Jangan. Uang Rupiah kita rawat dan jaga dengan Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Dicoret, Jangan Dibasahi, dan Jangan Disteples, karena pada uang Rupiah terdapat gambar pahlawan, pemandangan, dan kebudayaan Indonesia yang harus kita jaga, dan hormati. Sebagaimana pesan para pendiri bangsa: “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan” jelasnya.

Bangga Rupiah, bahwa Rupiah sebagai simbol kedaulatan, pembayaran yang sah, dan simbol pemersatu bangsa, bisa kita tunjukkan dengan tidak bertransaksi menggunakan mata uang asing. Contoh pahitnya, Indonesia kehilangan wilayah Pulau Sipadan dan Ligitan di Kalimantan perbatasan Indonesia-Malaysia karena masyarakat di sana lebih banyak menggunakan mata uang asing Ringgit daripada Rupiah.

Paham Rupiah, bahwa dengan Rupiah kita dapat bertransaksi, berbelanja bijak, dan berhemat, termasuk menggunakan alat pembayaran non tunai/digital QRIS yang Cemumuah. Rupiah juga dapat menjadi sarana masyarakat untuk mengelola kekayaan atau instrumen investasi. Tidak perlu tergiur memiliki mata uang asing yang fluktuatif dan berisiko tinggi.

Baca Juga : Pembekalan Calon Modin Perempuan di Kota Kediri Tentang Pemulasaraan Jenazah

Sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dalam kesempatan ini M. Choirur Rofiq turut menghimbau masyarakat untuk belanja bijak menjelang Ramadan. Belanja bijak artinya masyarakat tidak perlu berbelanja melebihi kebutuhan, agar permintaan dan harga-harga kebutuhan pokok tidak ikut naik. Dengan belanja bijak, maka uang Rupiah dapat terkelola lebih baik, dan inflasi terjaga.

Setelah sosialisasi CBP dari Tim PUR Kantor Perwakilan BI Kediri, acara dilanjutkan dengan kelas memasak dari Chef Agus dengan menu masakan tanpa menggunakan minyak goreng, yakni chicken drumb stick dan pan seared barramundi with hutspot & sweet spicy. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin sesuai pedoman Pemerintah.

Lebih lanjut, informasi resmi kegiatan dan layanan Kantor Perwakilan BI Kediri dapat diakses melalui media sosial Instagram: @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel: Bank Indonesia Kediri.

Judul berita BI Kediri Sosialisasikan CBPR, Sekaligus Gelar Kelas Memasak Tanpa Minyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Bank Indonesia BI kediri

Berita Lainnya