03/02/2023 Sengketa Tanah, Jalan Utama Masuk Wisata Pantai Semilir Jenu Tuban Diblokir | Jatim TIMES

Sengketa Tanah, Jalan Utama Masuk Wisata Pantai Semilir Jenu Tuban Diblokir

Mar 29, 2022 15:52
Anak atau Ahli Waris Almarhumah HJ Sholihah saat memasang banner di pintu akses jalan utama masuk wisata Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (29/3/2022) (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)
Anak atau Ahli Waris Almarhumah HJ Sholihah saat memasang banner di pintu akses jalan utama masuk wisata Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (29/3/2022) (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)

Pewarta: Ahmad Istihar | Editor: A Yahya

TUBANTIMES - Buntut sengketa tanah, akses jalan pintu utama masuk Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang ditutup. Penutupan ditandai dengan pembentangan banner bertulis "Tanah Milik HJ Sholihah" oleh ahli waris tanah almarhumah HJ Sholihah, para pelancong tidak dapat masuk lokasi pantai. Akibatnya, omzet pengelola dan puluhan pedagang menurun. 

Hal ini disampaikan Ketua Pokdarwis Asmaul Husna menyampaikan, bahwa adanya blokade akses jalan masuk, tentu berpengaruh pada pengunjung dan pedagang di lokasi pantai Semilir. Dia mengaku belum mengetahui secara detail duduk perkara yang disengketakan antara ahli waris bernama Rosidah dengan pihak pemerintah Desa Socorejo. 

Baca Juga : Miris, Aksi Warga Tandu Orang Sakit Lewat Hutan dengan Jalan Berlumpur di Jombang

"Yang di klaim oleh penuntut berapa meter kami tidak tahu. Ini tanahku. Namun masuk sini sudah tanah negara yang dikelola Masyarakat," jelas Asmaul Husna menirukan kata salah seorang ahli waris Rosidah saat bersama keluarga memasang dan menghalau pelancong yang hendak masuk pantai Semilir, Selasa (29/3/2022) 

Pihak pokdarwis selaku pengelola pantai Semilir, Asmaul Husna berharap sengketa tanah akses jalan masuk utama wisata alam pantai Selilir segera diselesaikan kedua pihak dari ahli waris almarhumah Sholikah dengan Pemdes Socorejo. Pasalnya, Pokdarwis menyebutkan dalam PADes bulan Januari- Maret 2022 akan menyetorkan PADes sebesar Rp 152 juta kepada pemdes. 

"Adanya blokade hari ini jelas berpengaruh pada pengunjung yang biasanya hari libur 6 ribu pengunjung, dan hari bisa 1 ribu pengunjung secara kolektif. Kami harap sengketa ini selasai, mengingat PADes wisata Semilir juga besar,"jelasnya 

Sementara Kades Socorejo Arief Rahman Hakim mengatakan, bahwa status sengketa tanah dengan anak almarhumah HJ Sholihah, ibu Rosidah yang bukan warga Socorejo, persoalan muncul di akhir tahun 2017/2018 dan sudah dimediasikan di baledesa. Saat itu, Rosidah berniat mengajukan kepengurusan sertifikat tanah seluas 3 hektare. Namun oleh pihak desa Socorejo tidak berani. "Tanah yang di klaim milik bu Rosidah belum jelas. Sebab di buku C desa, tertulis luasnya hanya 1,8 hektare. Ketika minta 3 hektare untuk kepengurusan sertifikat tentu kami tidak berani," terangnya 

Atas dasar dokumen buku C desa tersebut, Arief menjelaskan, leter C tertulis bukan atas nama Rosidah, juga bukan atas nama almarhumah HJ Sholihah melainkan pemilik tanah Subakir.

Lanjutnya, pihak penuntut Rosidah tidak bisa menunjukkan akte jual - beli tanah dari pemilik awal Subakir ke almarhumah HJ Sholihah. Melainkan, Rosidah mempunyai bukti dokumen surat jual - beli revisi tahun 1998.

"Ibu Rosidah tidak bisa menunjukkan bukti jual-beli atau pembelian tanah tahun awal tersebut.Pemdes tidak ngawur. Kami telah meninjau dengan dasar dokumen buku C-nya. Sehingga dalam Musdes diputuskan adanya pendirian gapura pintu masuk pantai semilir," tandasnya

Baca Juga : Petrokimia Bangkitkan Seniman Indonesia lewat Teater "Tabib Suci"

Di tempat sama, Ahli Waris almarhumah Hj Sholihah bernama Rosidah mengatakan, bahwa pihaknya hanya menuntut hak kepemilikan tanah seluas 3140 hektare termasuk beberapa meter yang dijadikan akses jalan pintu masuk pantai Semilir, Dia mengakui awal sengketa tahunan ini, ditandai saat kepengurusan sertifikat tanah lewat progam prona. 

"Awalnya 2018 kita mengajukan sertifikat tanah lewat progam prona namun tidak ditanggapi kepala desa. Malah saya dibenturkan dengan warga, RT. Saya hanya minta disertifikatkan tanah keluarga kami sesuai dokumen dengan luas 3.140 hektare," ujarnya 

Rosidah juga menambahkan memiliki dokumen jual beli itu, dia mengakui selama ini dirinya juga membayar pajak tahunan dari luas tanah 310 hektare sebesar Rp 4,9 juta yang dibayarkan  terakhir tahun 2021.

"Ini membuat jalan untuk wisata Semilir ini tidak bilang atau memberi tahu kami. Maaf dari kami keluarga tidak anarkis. Kami jengkel. Saya minta tanah ini disertifikatkan atas nama kami,"tutupnya.(*) 

Judul berita Sengketa Tanah, Jalan Utama Masuk Wisata Pantai Semilir Jenu Tuban Diblokir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
pantai semilir tuban pantai semilir

Berita Lainnya