03/02/2023 Resseler Investasi Bodong di Lamongan Resmi Ditahan | Jatim TIMES

Resseler Investasi Bodong di Lamongan Resmi Ditahan

Feb 15, 2022 15:49
Tersangka Faradiba diswab sebelum dimasukkan ruang tahanan Polres Lamongan (foto: Sat Reskrim Polres Lamongan for JatimTIMES)
Tersangka Faradiba diswab sebelum dimasukkan ruang tahanan Polres Lamongan (foto: Sat Reskrim Polres Lamongan for JatimTIMES)

Pewarta: M. Nur Ali Zulfikar | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Polres Lamongan sangat serius menangani kasus penipuan berkedok investasi bodong yang merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah.

Salah satu wujud komitmennya, Tim Sat Reskrim Polres Lamongan terus melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap para resseler investasi bodong "Invest Yuk".

Baca Juga : Ironis, Sampah Menggunung di Depan Klinik Muhammadiyah, Ini Pemicunya

Setelah 3 reseller ditetapkan sebagai tersangka investasi bodong, satu reseller atas nama Faradiba Noer Laila (25) juga telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana melalui Kasat Reskrim AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, tersangka asal Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan ini masuk dalam jaringan Samudra Zahrotul Bilad, owner investasi bodong.

Tersangka ini, dilaporkan oleh sejumlah korban yang sebelumnya dijanjikan keuntungan besar, namun para korban tidak mendapatkan keuntungan apapun, hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

"Benar mas, mulai tadi malam kita tahan dan kita tetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan," kata Yoan kepada Jatimtimes.com, Selasa (15/2/2022).

Tersangka Faradiba, ujar Yoan, dilaporkan oleh dua korban asal Kecamatan Turi, Lamongan dan Kabupaten Gresik yang mengalami kerugian sekitar Rp 76 juta.

"Korban sudah sering menanyakan tentang uang yang diinvestasikan. Namun selama itu juga, tersangka hanya janji-janji saja. Dia beralasan uang sudah disetor ke owner Bilad," ujar pria yang pernah ditetapkan sebagai Kasat Reskrim terbaik se Polda Jawa Timur ini.

Yoan menjelaskan, dari tersangka Faradiba diamankan barang bukti berupa 4 lembar rekening koran Bank BRI atas nama Luthfia Farah Ardini,  2 lembar screen shoot bukti transfer, HP Iphone 7, 4 lembar rekening koran Bank BCA atas nama Faradiba Noer Laila dan
nomor Hp. 085606720340 atas tersangka.

Baca Juga : Ferdinand Hutahaean Didakwa Tindak Pidana Ujaran Kebencian hingga Penodaan Agama pada Kasus "Allahmu Lemah"

Tersangka terbukti melakukan tindak pidana menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia dan atau penipuan dan atau penggelapan.

"Sehingga dijerat Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 16  Undang-Undang RI Nomor 10 tahun 1998 perubahan atas Undang-undang nomor 07 tahun 1992 tentang Perbankan diancam pidana sekurang- kurangnya 5 tahun dan  paling lama 15 Tahun dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 65 KUHP diancam pidana 4 tahun," terangnya.

Yoan menegaskan bahwa pekan ini penyidik Polres Lamongan akan memeriksa seorang reseller lagi berinisial JHN yang dilaporkan oleh ratusan korban. Di mana kerugiannya lebih besar dibanding kerugian korban tersangka ini.

"Tak lama lagi. Ini masih intens diperiksa. Saksi korban yang melapor sangat banyak, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk menentukan status JHN sebagai calon tersangka," pungkasnya.

Judul berita Resseler Investasi Bodong di Lamongan Resmi Ditahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Polres Lamongan Investasi Bodong

Berita Lainnya