Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Soroti Laporan Parkir RSUD yang Hilang Sejak 2019 | Jatim TIMES

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Soroti Laporan Parkir RSUD yang Hilang Sejak 2019

Jan 13, 2022 19:22
Saat Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin usai pimpin rapat. (Foto: Ganez Radisa Yuniansyah/JatimTIMES).
Saat Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin usai pimpin rapat. (Foto: Ganez Radisa Yuniansyah/JatimTIMES).

JATIMTIMES - Awali kegiatan pasca dirombaknya susunan Alat Kelengkapan Dewan, Komisi IV DPRD Trenggalek undang sejumlah OPD mitra. Setidaknya ada tiga Organisasi Perangkat Daerah yang diundang kali ini, pertama Dinas Kesehatan, kedua RSUD dr. Soedomo, dan ketiga BPBD Kabupaten Trenggalek.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Sukarodin mengungkapkan, fokus rapat kerja kali ini adalah evaluasi kegiatan 2021 dan perencanaan kegiatan di 2022. Menurutnya, ada beberapa kegiatan di 2021 yang menjadi perhatian. Seperti hilangnya laporan pendapatan parkir di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Baca Juga : Dewan Pendidikan Berupaya Tuntaskan Permasalahan Guru Sekolah Negeri Tanpa Rugikan Sekolah Swasta

"Ada yang membuat saya heran, kok bisa pendapat parkir di RSUD dari 2019 hingga sekarang tidak ada. Padahal kita semua tahu, setiap hari tempat parkir Rumah Sakit selalu penuh. Bahkan portalnya juga ada. Tadi saya tanya direkturnya masih akan digali mengapa demikian," tutur Sukarodin.

Tidak hanya menyoroti hal itu, Sukarodin juga kembali ingatkan rencana penertiban warung dan parkir yang dulu sempat direncanakan. Menurut Sukarodin, harus ada penataan ulang disektor parkir dan bagian depan RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

"Kita juga ingatkan terkait penataan warung yang ada didepan IGD. Tidak berarti itu menyumbat rizkinya orang tidak, tapi alangkah baiknya jika ditata dengan baik. Dulu pernah ada rencana dibuatkan food court, tapi ternyata hanya sebatas rencana," ungkap Sukarodin usai pimpin rapat, Kamis (13/1/2022).

Tidak hanya menyoroti kinerja RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Ketua Komisi IV yang baru ini juga pertanyaan perencanaan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek. Menurut Sukarodin, Kadiskes PPKB tidak cekatan dalam merancang Rumah Sakit di selatan Trenggalek.

Baca Juga : Turun ke Surabaya, Akbar Tanjung Panasi Mesin Golkar Jelang Pemilu

"Ternyata dalam pembangunan Rumah Sakit yang ada di Panggul kurang sekitar Rp 5 Miliar. Lha kenapa tidak dipinjamkan dari anggaran PEN. Kalau sudah begini ya bisanya nunggu tahun depan, sebanyak itu tidak bisa dianggarkan tahun ini," gerutunya.

Menurut penjelasan Sukarodin, kebutuhan untuk pembangunan RS di panggul kurang lebih Rp 8 Miliar. Tahun sebelumnya masih dianggarkan Rp 3 Miliar, sehingga totalnya kurang Rp 5 Miliar.

Topik
Kabupaten Trenggalek DPRD Trenggalek Berita Trenggalek Berita Jatim

Berita Lainnya