06/12/2022 Dipasok Pasutri  Asal Malang, Hampir 1.000 Botol Miras Disita Polisi Tulungagung | Jatim TIMES

Dipasok Pasutri Asal Malang, Hampir 1.000 Botol Miras Disita Polisi Tulungagung

Dec 21, 2021 14:27
Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Didik Riyanto memeriksa BB ungkap kasus narkoba. Selasa, 21/12/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)
Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Didik Riyanto memeriksa BB ungkap kasus narkoba. Selasa, 21/12/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)

Pewarta: Muhamad Muhsin Sururi | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Dari 31 kasus narkoba yang berhasil diungkap  Sartresnarkoba Polres Tulungagung periode Oktober-Desember 2021, ternyata ada 3 kasus yang menonjol.

Dan yang paling menonjol dari 3 kasus itu adalah ungkap kasus  peredaran yang dilakukan  pasangan suami istri asal Malang. Polisi berhasil menyita barang bukti dengan kapasitas yang cukup banyak dari pasutri tersebut.

Baca Juga : Baznas bersama TP PKK Kota Malang Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Dua Lokasi

"Suami istri sudah mempunyai rencana yang dilakukan sekitar satu tahun. Khusus melakukan peredaran miras. Miras itu diperoleh dari Bali, kemudian diedarkan di wilayah Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo," kata Kasat Resnarkoba Polres Tulungagung Iptu Didik Riyanto. Selasa (21/12/2021).

Menurut Iptu Didik, penindakan terhadap pasangan suami istri pengedar miras itu dilakukan  satresnarkoba saat mereka melakukan operasi atau melakukan peredaran di wilayah Kabupaten Tulungagung. "Barang bukti dari pasutri (pasangan suami istri) kurang lebih 997 botol. Hampir seribu botol. Dan mereka asal Malang," tambah Didik.

Untuk miras, lanjut Didik, barang yang banyak masuk ke Tulungagung adalah jenis arak Bali. Cara memerangi adanya miras jenis arak Bali itu  menjadi atensi sekaligus progres dari satresnarkoba.

Diungkapkan Didik, hingga saat ini pihaknya sudah cukup banyak melakukan satu tindakan dan mengamankan serta menindak pelaku peredaran miras khusus  arak Bali.

Tren arak Bali itu karena harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan minuman keras merek lain dengan kemasan botol kaca. "Sehingga hasil analisis kami, mereka cenderung memilih arak Bali karena nilai jualnya lebih murah dan tingkat fly-nya atau mabuknya itu lebih besar," ucapnya.

Didik menjelaskan, peredaran miras di Tulungagung  tidak lepas dari kebiasaan atau karakter muda-mudi yang memang sudah menganggap miras sebagai sebuah peradaban. Untuk itu, satresnarkoba terus berupaya meminimalisasi.  

Baca Juga : Anggota Fraksi PKS di DPR RI Potong Gaji untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

"Untuk miras, kebanyakan yang sudah kami ungkap yaitu para pelaku dari luar daerah. Pelaku dari luar yang memasukkan air setan itu ke Tulungagung," ucapnya.

Untuk menekan peredaraan miras, Didik mengaku selalu mengoptimalkan anggotanya yang ada di lapangan. Selain itu, dengan adanya penangkapan distributor atau pelaku yang memasukkan arak Bali ke Tulungagung, peredaran miras di Tulungagung bisa ditekan.

“Otomotasi kami langsung ibaratnya mengambil induk semangnya. Artinya siapa yang memasukkan barang itu ke wilayah Tulungagung,” ujar Didik.

Judul berita Dipasok Pasutri Asal Malang, Hampir 1.000 Botol Miras Disita Polisi Tulungagung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Kasus miras di Tulungagung peredaran miras di Tulungagung

Berita Lainnya