Bupati Lamongan: Pandemi Buka Fakta Peran Guru yang Tak Tergantikan Teknologi | Jatim TIMES

Bupati Lamongan: Pandemi Buka Fakta Peran Guru yang Tak Tergantikan Teknologi

Nov 25, 2021 16:18
Bupati Yes didampingi Wabup Abdul Rouf saat me-launching kartu PGRI plus. (foto: Prokopim Lamongan for JatimTIMES)
Bupati Yes didampingi Wabup Abdul Rouf saat me-launching kartu PGRI plus. (foto: Prokopim Lamongan for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hati Guru Nasional Tahun 2021 di ruang pertemuan Kantor PGRI Lamongan, Kamis (25/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Yuhronur Efendi mengungkapkan tentang keteladanan yang ditularkan seorang guru akan terus ada dan tidak dapat digantikan oleh apa pun, termasuk teknologi canggih sekalipun. 

Baca Juga : Fakta di Balik Video Viral Aksi Pengeroyokan Pemuda di Kota Malang, Polisi Tahan 4 Orang

Fakta tersebut semakin terungkap ketika pandemi covid-19 menyerang dan menggantikan pembelajaran tatap muka menjadi online atau daring. Hasilnya terbukti kurang maksimal, belum mampu menggantikan peran guru di kelas secara langsung atau tatap  muka.

Pria yang akrab disapa Yes itu menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi guru, karena perannya akan terus menjadi sumber ilmu yang tak lekang oleh waktu. Dia mengajak seluruh guru dan orang tua untuk merenungi kembali esensi mendidik melalui keteladanan yang ditularkan.

“Bagaimana karakter itu ditularkan, kebaikan-kebaikan, kehangatan itu tidak dapat digantikan dengan sebuah robot. Google bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, tapi Google tidak bisa membimbing, menemani dan memberi kehangatan untuk membentuk kepribadian,” ungkapnya

Bupati Yes juga menceritakan kisah inspiratif keteladanan yang dicerminkan oleh guru profesional dalam membuka wawasan siswanya agar menjadi pribadi yang percaya diri. Melalui sentuhan professional guru inilah akhirnya murid yang dianggap bodoh oleh teman-temannya tumbuh menjadi pribadi yang penuh semangat, berkarakter dan percaya diri.

“Sehebat apa pun peran teknologi informasi, secanggih apapun teknologi masa kini, tidak dapat menggantikan peran guru didalam kehidupan sehari-hari kita. Untuk tetap mempertahankan kualitas guru, PGRI harus terus melakukan program-program peningkatan kualitas guru untuk terus ditingkatkan mutunya," tegasnya

Baca Juga : 72,12 Persen Lansia di Lamongan Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Sementara itu, Ketua PGRI Lamongan Adi Suwito menerangkan bahwa PGRI Lamongan terus melakukan upaya peningkatkan mutu kualitas guru terus dilakukan. Melalui upaya pelatihan, kompetensi dan sertifikasi, guru diharapkan mampu terpacu untuk selalu mengupgrade diri menjadi guru professional.

“PGRI Lamongan meluncurkan inovasi terbaru yakni kartu PGRI Plus, dimana selain sebagai identitas anggota PGRI, kartu tersebut juga memiliki fungsi sebagai e-money yang dapat dimanfaatkan untuk akses masuk TOL dan sebagai alat pembayaran di retail modern,” terang mantan kepala Dinas Pendidikan Lamongan ini.

Topik
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bupati yes HUT PGRI Berita Lamongan

Berita Lainnya