Harga PCR Diturunkan, Sejumlah Rumah Sakit di Lumajang Terancam Tutup Layanan Tes PCR | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Harga PCR Diturunkan, Sejumlah Rumah Sakit di Lumajang Terancam Tutup Layanan Tes PCR

Oct 28, 2021 18:00
Juru Bicara Covid-19 Lumajang dr Bayu (Foto: Asmadi/ JatimTIMES )
Juru Bicara Covid-19 Lumajang dr Bayu (Foto: Asmadi/ JatimTIMES )

JATIMTIMES - Menanggapi Instruksi Presiden Joko Widodo terkait penurunan harga tes polymerase chain reaction (PCR) menjadi Rp 275 ribu, Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Ignasius Wibowo mengungkapkan bahwa sejumlah rumah sakit ditengarai masih sulit mengikuti instruksi tersebut. 

Menurutnya, sebelum adanya Instruksi Presiden Joko Widodo, semua rumah sakit telah membeli reagen dengan harga tinggi, yakni Rp 600 ribu. 

Baca Juga : Penumpang Kereta Api di Stasiun Blitar Naik Dua Kali Lipat di Bulan Oktober

Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19. 

Saat ini rumah sakit menghadapi dilema etika yakni satu sisi tidak mau mengalami kerugian besar dan sisi lain tidak berani melawan arahan penurunan harga tes PCR dari presiden maka kemungkinan besar pihak rumah sakit akan menutup pelayanan tes PCR.

"Saya takut apabila harga PCR terlalu ditekan, maka pihak rumah sakit tidak mau melayani, kecuali ada suplier atau distributor yang bisa memberikan reagen dengan harga yang lebih murah," tandasnya.

dr. Bayu menyebutkan bahwa kebijakan penurunan harga PCR dinilai bisa melahirkan segudang masalah, pasalnya menurutnya hanya beberapa merek reagen saja yang cocok dengan mesin yang dimiliki laboratorium sejumlah rumah sakit di Lumajang.

"Sebenarnya dari sisi masyarakat sangat diuntungkan, tapi dari sisi laboratorium ada perhitungan yang cukup berat. Tidak semua reagen bisa, yang digunakan rumah sakit di Lumajang. Jika memakai reagen seharga Rp 600 ribu maka berapa kerugiannya, belum lagi biaya APD, investasi gedung, dan operasional," katanya.

Baca Juga : Pemkot Malang Bersiap Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

Menurutnya wajar jika beberapa rumah sakit di Lumajang merasa keberatan kalau tiba-tiba harus menurunkan tarif tes PCR. Kecuali diberi kelonggaran dengan harga tetap untuk menghabiskan stok reagen lama. Setelah stok reagen lama sudah habis barulah semua rumah sakit diwajibkan mengikuti arahan harga yang ditetapkan oleh Presiden. 

"Tentu semua harus ikut menyesuaikan. Kami dari Dinkes Lumajang tetap harus melakukan pengawasan," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tes PCR Instruksi Presiden

Berita Lainnya