Undang Kerumunan, Kopi Darat Layangan di Jember Dibubarkan Polisi | Jatim TIMES

Undang Kerumunan, Kopi Darat Layangan di Jember Dibubarkan Polisi

Oct 10, 2021 17:19
Kegiatan kopdar layangan yang digelar di lahan milik PTPN XII di Desa Klatakan Tanggul (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES)
Kegiatan kopdar layangan yang digelar di lahan milik PTPN XII di Desa Klatakan Tanggul (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES)

JATIMTIMES - Polsek Tanggul Jember membubarkan kegiatan Kopi Darat Geden (Kopdar Geden) atau pertemuan akbar para penghobi layangan di kebun PTPN XII di perbatasan Desa Klatakan dan Desa Selodakon Tanggul Jember, Minggu (10/10/2021).

Pembubaran kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, diantaranya Banyuwangi, Lumajang dan Jember ini, lantaran tidak mengantongi izin. Selain itu, Kabupaten Jember masih berada pada PPKM Level 3.

Baca Juga : Muncul Gerakan Anti Vandalisme, Anggota DPRD Kota Malang Fuad Berikan Dukungan

"Kami terpaksa membubarkan kegiatan kopdar layangan yang diikuti oleh ratusan peserta. Selain tidak mengantongi izin dan tidak melakukan pemberitahuan, saat ini Kabupaten Jember masuk dalan PPKM Level 3, sehingga seluruh kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan warga tidak diperbolehkan," ujar Kapolsek Tanggul AKP Miftahul Huda.

Selain membubarkan kegiatan tersebut, polisi juga membawa Panitia Penyelenggara ke Mapolsek Tanggul untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Saat ini panitia penyelenggara masih kami periksa secara intensif, terkait pelanggaran protokol kesehatan," jelas Miftahul Huda.

Rio Arif Pratama Putra selaku ketua Panitia penyelenggara, saat ditemui wartawan JatimTIMES mengatakan, kegiatan kopdar geden para komunitas penghobi layangan ini, sejatinya sudah menjadi agenda rutin seminggu sekali dengan tempat berpindah pindah. Saat ini, anggotanya di Kabupaten Jember mencapai 500 orang. Dari jumlah itu,  sebanyak 34 orang dari Tanggul.

"Kegiatan kopdar geden ini memang rutin digelar seminggu sekali, dengan tempat yang berpindah-pindah, kebetulan hari ini di Kecamatan Tanggul," ujar Rio.

Namun meski jumlah anggotanya mencapai ratusan, dalam kegiatan kopdar ini dirinya memastikan tidak ada unsur judi. Seluruh peserta yang ikut kegiatan ini gratis, bahkan doorprize untuk layangan yang terjauh dalam mengudara, juga tidak mendapat hadiah berupa uang, melainkan senar layangan dengan bobot 1/5 kg.

"Gak ada biayanya Mas, meski mereka datang dari berbagai penjuru di Jember dan sebagian luar Jember, kegiatan ini murni gratis, juga tidak ada hadiah, hanya doorprize senar layangan saja," jelas Rio.

Baca Juga : Nongkrong di Kafe Tengah Kali, Sensasi Liburan dan Keprihatinan Lingkungan

Rio juga menyatakan, jika kopdar yang digelar tersebut, hanya untuk menyambung tali silaturrahmi antar penghobi layangan. "Kami hanya menjalin silaturrahmi dengan para pecinta layangan saja, dimana kami selama ini hanya kenal di group WA (Whatsapp) dan medsos," jelas Rio.

Sementara dari pantauan media ini, sebelum dibubarkan polisi, puluhan kendaraan pikap dan beberapa di antaranya truk, terlihat memasuki lokasi kegiatan kopdar dengan membawa layangan berbagai ukuran.

Para peserta juga terlihat antusias menaikkan ratusan layangan yang diikutkan dalam kopdar tersebut. Tidak hanya itu, ratusan warga juga terlihat ikut melihat kegiatan ini, dan memadati jalan desa yang menghubungkan Desa Klatakan dengan Desa Selodakon.

Topik
Layangan Berita Jember Miftahul Huda

Berita Lainnya