Munculnya Bulan Purnama Strawberry Supermoon Menurut Supranaturalis Al Ghoibi Asal Tulungagung | Jatim TIMES

Munculnya Bulan Purnama Strawberry Supermoon Menurut Supranaturalis Al Ghoibi Asal Tulungagung

Jun 24, 2021 22:12
Supranturalis Edi Ferianto atau Gus Ghoibi  (Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES)
Supranturalis Edi Ferianto atau Gus Ghoibi (Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES)

TULUNGAGUNGTIMES - Fenomena astronomi Strawberry Supermoon malam ini, Kamis (24/06/2021) terjadi di  Indonesia. Berdasarkan glosarium astronomi Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), bulan super atau supermoon dikenal sebagai bulan purnama atau bulan baru.

Fenomena ini dapat disaksikan berdekatan dengan Perige Bulan, titik terdekat bulan dengan Bumi dan biasanya terjadi empat sampai enam kali dalam setahun.

Baca Juga : Beredar Kabar Proyek LRT Malang Raya Diselubungi Isu Penipuan

 

"Strawberry Supermoon ini adalah tahun yang banyak peluang bagi orang yang semangat punya keyakinan dan keberanian akan membawa kemajuan signifikan," kata spiritualis yang juga Ketua Yayasan Al Ghoibi Tulungagung Gus Edi Ferianto.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Edi Al Ghoibi ini, banyaknya fenomena ganjil yang bisa di manfaatkan di moment strawberry supermoon atau bulan purnama berwarna merah ini.

"Bagi orang orang tertentu, menjadikan kelebihan pada dirinya termasuk munculnya sinergi alam yang berbeda dan cenderang membuat para pejabat makmur," ujarnya.

Adanya strawbery supermoon ini akan adanya banyaknya berubahan iklim yang sulit di tebak hingga menimbulkan banyaknya orang mudah jatuh sakit. Juga disampaikan Gus Edi Ghoibi, fenomena ini merupakan timbul hilangnya kepercayaan kepada ulama dan pemimpin.

"Hingga banyak bencana dan keonaran yang ditimbulkan oleh manusianya itu sendiri karena banyaknya hilang arah dalam menjalani kehidupan dan selalu terombang ambing karena kemunduran akhlak," jelasnya.

Fenomena ini juga ditangkap Gus Edi Al Ghoibi sebagai banyaknya kefrustrasian di masyarakat karena adanya wabah berkepanjangan di Bumi (covid-19). "Kata orang Jawa wes kunu-kunu opo jare karena hilangnya jati diri," ucapnya.

Bagi umat islam dan masyarakat umum, pimpinan yayasan yang berada di Jalan Raya Pagerwojo Desa Pucangan ini minta untuk meningkatkan rasa syukurnya pada Sang Pencipta. "Bersyukurlah bagi orang yang mampu mengendalikan diri berpegang teguh dalam keimanan dan mampu mengendalikan diri dalam kesabaran," jelasnya.

Baca Juga : Semarak Diskon Bulan Bung Karno, Kitchen Set Royal di Graha Bangunan Diskon 6 Persen

 

Untuk itu, Al Ghoibi berpesan agar masyarakat juga banyak mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa  karena hanya dengan perlindungan-Nya, kehidupan akan tetap terjaga.

"Ini sedikit pencerahan spiritual tentang bulan Strawbery Supermoon, kembalikan pada Sang Khaliq. Kita manusia hanya bisa mengira-ngira, berusaha dan berdoa. Kebenaran selalu ada pada-Nya yaitu Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Dalam penjelasan ilmiahnya, Strawberry Supermoon tidak berwarna merah, melainkan bulan tetap berwarna putih kekuningan seperti warna bulan biasanya.

Warna kemerahan yang timbul sebenarnya hanya bisa terlihat saat bulan masih di ufuk rendah atau ketinggian kurang dari 4 derajat. Warna bulan yang kemerahan bisa terlihat salah satunya saat gerhana bulan.

 

Topik
strawberry supermoon berita tulungagung

Berita Lainnya