5 Rekomendasi Buku tentang Musik yang Wajib Kalian Baca | Jatim TIMES

5 Rekomendasi Buku tentang Musik yang Wajib Kalian Baca

May 16, 2021 13:38
Buku Ritmekota terbitan Pelangi Sastra tahun 2019. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Buku Ritmekota terbitan Pelangi Sastra tahun 2019. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

INDONESIATIMES - Banyaknya penikmat musik di Indonesia juga harus dibarengi dengan kualitas literasi serta daya baca yang kuat. Hal itu untuk memahami perjalanan musik di Indonesia mulai awal hingga sampai saat ini melalui rilisan-rilisan buku tentang musik maupun zine yang diterbitkan secara mandiri oleh skena musik lokal.

Untuk menambah pengetahuan tentang perkembangan musik di Indonesia hingga daerah, kali ini MalangTIMES.com memberikan rekomendasi 5 buku tentang musik yang wajib kalian baca sebagai referensi pembicaraan terkait perkembangan musik di Indonesia. 

Buku Rock n Roll Industri Musik Indonesia: Dari Analog ke Digital.

1. Rock n Roll Industri Musik Indonesia: Dari Analog ke Digital (2013, Penerbit Buku Kompas) 

Baca Juga : Bolehkah Berfantasi Seks dalam Islam? Simak Penjelasannya

Dalam Buku Rock n Roll Industri Musik Indonesia dengan penulis Theodore KS mengulas perkembangan musik di bidang industri. Mulai dari masa-masa kejayaan piringan hitam saat bangsa Indonesia tengah berjuang melawan kolonialisme Belanda. 

Lalu setelah itu beralih pada rilisan fisik kaset pita. Kemudian beralih lagi ke CD (compact disc) dan terakhir hingga rilisan musik berbentuk digital. Jatuh bangun perkembangan industri musik di Indonesia dituangkan dalam buku ini. 

Jika kalian ingin mengetahui bagaimana peranan industri musik selama masa kemerdekaan hingga reformasi, buku ini dapat menjadi rujukan untuk menambah referensi dalam terjun di dunia industri musik dan musik secara luas. 

Buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya.

2. Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya (2018, Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia) 

Buku Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya merupakan hasik karya dari penulis Idhar Resmadi yang memberikan penjelasan terkait perkembangan jurnalisme musik di Indonesia. 

Idhar Resmadi mengulas perkembangan jurnalisme musik sejak era Hindia-Belanda hingga masa keruntuhan media-media cetak di medio tahun 2015-2018. Salah satu hal paling menarik dari buku ini adalah bagaimana penulis tidak mencoba memaksa pembacanya untuk melihat musik sebagai bisnis semata. 

Namun, lebih dari itu Idhar Resmadi mencoba mengajak pembaca untuk meresapi lebih dalam tentang arti jurnalisme musik yang mengulas seluk beluk jatuh bangun jurnalisme musik di Indonesia. 

Buku Flip Da Skrip: Kumpulan Catatan Rap Nerd Dalam Satu Dekade.

3. Flip Da Skrip: Kumpulan Catatan Rap Nerd dalam Satu Dekade (2018, Penerbit Elevation Books) 

Buku Flip Da Skrip: Kumpulan Catatan Rap Nerd dalam Satu Dekade merupakan salah satu pedoman bagi para hip hop head  atau penikmat musik hip hop untuk menyelam lebih dalam untuk mengetahui perkembangan musik hip hop khususnya di Indonesia. 

Penulis Herry Sutresna atau yang lebih akrab disapa Ucok Homicide ini menuliskan sederet catatan perkembangan musik hip hop dengan sangat detail. Semua dibuka dengan jelas oleh Ucok dalam buku ini, mulai dari tentang kegilaan terhadap hip hop sampai serpihan kekecewaan sumpah serapah yang termaktub dalam buku ini. 

Bagi pelaku yang mendalami pergerakan musik, wajib membaca buku ini. Khususnya oelaku skena musik hip hop di Indonesia akan lebih memahami makna hip hop yang tertuang jelas dalam buku ini. 

Buku Ritmekota.

4. Ritmekota: Kumpulan Tulisan Musik dari Kota Malang (2019, Penerbit Pelangi Sastra) 

Baca Juga : Benarkah Ikan yang Menelan Nabi Yunus Masih Hidup hingga Sekarang?

Buku Ritmekota berisikan berbagai catatan, rekam jejak, hingga esai personal skena musik di Kota Malang yang dilakukan secara kolektif oleh 12 orang penulis yang pernah hiduo menghidupi kancah permusikan di Kota Malang. 

Di sini mereka menuliskan tentang kancah musik rock alternatif, emo revival, hardcore, label rekaman, geliat gigs dan pertunjukan, profil fanbase band yang militan serta gagasan musikalisasi puisi dan titian rima hip hop. 

Dari kKampung Glintung sampai sudut kampus di Veteran. Dari atmosfer Legipait, Srawung hingga Houtenhand. Dari dedikasi komunitas seperti MCHC, MH2C hingga Malang Sub Pop. Semua tertuang dalam Buku Ritmekota ini. 

Buku ini salah satu rekomendasi khususnya bagi para pelaku skena musik di Kota Malang untuk bagaimana menyelam lebih dalam di luasnya khazanah permusikan di Kota Malang. 

Buku Kultus Underground.

5. Kultus Underground: Ensiklopedia A-Z Subkultur Kaum Muda (2019, Penerbit Immortal Publishing dan Octopus) 

Buku ini ditulis oleh Tony Thorne yang diterjemahkan oleh Adhe dan bertugas sebagai penyelaras akhir Reddy Suzayzt.

Buku ini mengulas bagaimana pergolakan dari kaum muda di masing-masing subkultur. Mulai dari Rudeboys, kisah di balik death metal, apa itu squatting, skateboarding yang menjadi fenomena anak muda, hingga mengapa muncul sekte spiritual yang menyebut dirinya New Age. 

Melalui ratusan entri dan kutipan langsung, buku ini mengeksplorasi kegilaan, keriuhan, dan tren budaya kaum muda yang muncul sejak berakhirnya perang dunia kedua. 

Entri-entri tentang musik, arsitektur dan desain, dikombinasikan dengan entri-entri tentang filsafat, politik dan budaya pop. Dengan jangkauan yang luas itulah pembaca dapat melacak asal-usul dan perkembangan tren dari breakdance hingga feminisme, dari punk sampai post-modernisme.

Topik
Soal musik Musik Indonesia Khazanah musik

Berita Lainnya