Satu PSK di Pamekasan Diamankan Satpol PP | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Satu PSK di Pamekasan Diamankan Satpol PP

Apr 30, 2021 14:23
PSK (S) kiri, saat diinterogasi oleh oleh Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Hasanurrahman di kantor Satpol PP Pamekasan.(Foto: Satpol PP Pamekasan)
PSK (S) kiri, saat diinterogasi oleh oleh Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Hasanurrahman di kantor Satpol PP Pamekasan.(Foto: Satpol PP Pamekasan)

PAMEKASANTIMES - Bulan Ramadan tak menyurutkan aktivitas perdagangan seksual di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Buktinya, Tim Satpol PP Kabupaten Pamekasan berhasil menciduk dua orang perempuan pada razia yang digelar pada Rabu , (28/4/2021) sekitar pukul 22.27 WIB.

Dua perempuan itu terciduk di sebuah warung kopi remang- remang di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan. Mereka lantas diangkut ke kantor Satpol PP Pamekasan untuk didata.

Baca Juga : Sidak di Kantor Dispendukcapil, Mas Bup Kediri Temukan Tumpukan Arsip Berserakan di Lantai

 

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Hasanurrahman mengatakan, kedua perempuan tersebut adalah S (46)  T (47). Keduanya berasal dari wilayah Jawa Timur bagian timur .

"Dua perempuan itu langsung kami amankan saat mangkal di warung kopi remang-remang Jalan Dirgahayu. Saat ditanya KTPnya, kedua perempuan ini mengaku tidak membawa. Jadi langsung kami bawa ke kantor," katanya kepada Jatimtimes.com, Jumat (30/04/2021)

Saat dimintai keterangan, S (46) mengaku setiap malam hanya mampu melayani pria hidung belang dua kali main, sekali main tarif yang dipatok terhadap pelanggannya hanya Rp 70 ribu saja.

"Caranya dia transaksi ya cuma mangkal di warung kopi remang-remang itu. Bila ada pria hidung belang yang mengajak hubungan esek-esek, lalu di mau. Pengakuannya seperti itu," tambahnya

Baca Juga : Santri Tak Dilarang Mudik, Perhatikan Aturan Main Pemkot Malang ini!

 

Kepada petugas Satpol PP, S mengaku menjadi PSK lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, dan berjanji akan berhenti menjadi PSK di Pamekasan.

Namun bila di kemudian hari kepergok menjadi PSK lagi. Satpol PP Pamekasan akan langsung menyerahkan S ke Dinas Sosial Pamekasan agar diantar pulang ke daerah asalnya. "PSK (S) ini telah melanggar perda nomor 14 tahun 2004 tentang pelarangan terhadap adanya pekerja seks komersial di Pamekasan," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita Pamekasan Satpol PP Pamekasan

Berita Lainnya