Berlanjut, Kejari Jember Limpahkan Kasus Korupsi Pasar Manggisan ke Pengadilan Tipikor | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Berlanjut, Kejari Jember Limpahkan Kasus Korupsi Pasar Manggisan ke Pengadilan Tipikor

Apr 21, 2021 14:50
Kajari Jember Zulfikar Tanjung (tengah) saat menggelar pers rilis (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Kajari Jember Zulfikar Tanjung (tengah) saat menggelar pers rilis (foto : istimewa / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Kasus korupsi Pasar Manggisan Tanggul Jember yang telah menetapkan dua tersangka, yakni AS selaku Direktur PT. Dita Putri Waranawa serta MHS selaku kuasa Direktur yang mengerjakan revitalisasi Pasar Manggisan tahun anggaran 2018, akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Jember Zulfikar Tanjung saat menggelar pers rilis pada Rabu (21/4/2021) di kantor Kejaksaan Negeri Jember. “Hari ini kami telah melakukan penyerahan tahap dua dari penyidik ke penuntut umum dalam perkara korupsi revitalisasi pasar Manggisan, dari hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap alias P21,” ujar Kajari Jember Zulfikar Tanjung.

Baca Juga : Komisi A DPRD Soroti Maraknya Kasus Selingkuh ASN di Pemkot Surabaya

Kajari menjelaskan, dengan dinyatakannya penyidikan korupsi pasar Manggisan P21, pihaknya segera melimpahkan perkara dengan dua tersangka ini ke Pengadilan Tipikor Surabaya. “Untuk pelaksanaan persidangan tersangka AS dan MHS akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya dan akan kami sampaikan lebih lanjut secara terbuka,” beber Kajari.

Zulfikar menerangkan, dalam perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Manggisan telah mengakibatkan kerugiaan keuangan Negara lebih dari Rp 1,3 Miliar berdasarkan hasil audit pihak BPKP. Peran dari dua tersangka AS dan MHS merupakan pihak pelaksana pengerjaan proyek dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 7 Miliar melalui anggaran Dinas Perdagangan Pemkab Jember.

Dia menjelaskan, peran dari dua tersangka ini berbeda. Untuk tersangka AS merupakan pemilik perusahaan PT Dita Putri Waranawa, tersangka AS bekerjasama dengan Tersangka MHS melakukan pembangunan dalam proyek Pasar Manggisan. Modusnya, tersangka MHS ini meminta kepada tersangka AS sebagai pemilik perusahaan untuk mengerjakaan proyek tersebut.

"Dan seolah-olah perusahaan itu merupakan milik MHS padahal yang bersangkutan ini tidak tercatat sebagai pengurus apapun dalam perusahaan tersebut,” paparnya.

Baca Juga : Dosis Terbatas, Pelaku Usaha Pariwisata hingga Tokoh Masyarakat Kota Malang Tunggu Vaksinasi

Disinggung terkait modus kejahataan dua tersangka AS dan MHS yang dilakukan dalam Korporasi untuk pengerjaan Proyek Pasar Manggisan, Zulfikar menandaskan nantinya tidak menutup kemungkinan perusahaan milik tersangka AS tersebut juga akan dibubarkan.

“Untuk persolan itu akan kita kaji lebih lanjut, untuk saat ini akan kita selesaikan lebih dahulu perkara pokoknya ini kemudian nantinya tidak menutup kemungkinan akan mengarah kesana apalagi kita memiliki bidang Datun yang salah satunya memiliki kewenangan kesana membubarkan satu perusahaan yang telah melakukan suatu perbuatan kejahatan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kasus Korupsi pasar manggisan

Berita Lainnya