06/12/2022 Tinggal di Pendapa, Wabup Blitar Diusir LSM, Diselamatkan Pemuda Pancasila | Jatim TIMES

Tinggal di Pendapa, Wabup Blitar Diusir LSM, Diselamatkan Pemuda Pancasila

Apr 19, 2021 20:38
Bentrok LSM GPI dengan Pemuda Pancasila.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bentrok LSM GPI dengan Pemuda Pancasila.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pewarta: Aunur Rofiq | Editor: Moch. R. Abdul Fatah

BLITARTIMES - Keberadaan Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso yang tinggal di Pendapa Ronggo Hadi Negoro menuai pro dan kontra. Kali ini dua kelompok massa menggeruduk Pendapa pada Senin (19/4/2021).

Satu kelompok yakni LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) mendesak agar wabup meninggalkan pendapa. Sementara kelompok lain yakni Pemuda Pancasila mendukung agar wabup Rahmat Santoso tetap bertempat tinggal di pendapa. 

Baca Juga : Kapolres Kediri Berikan SIM Gratis ke Mahasiswa Papua

 

Koordinator massa Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) Joko Prasetya mengatakan, pihaknya menuntut agar kepala daerah diperlakukan sesuai dengan aturan yang ada. Sesuai dengan undang-undang nomer 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sesuai dengan peraturan daerah saat ini, pendapa adalah rumah dinas bagi Bupati Blitar.

“Kami ingin menyampaikan dan mengingatkan Pemkab Blitar. Bahwa fasilitas yang diberikan kepada pejabat daerah dilakukan secara layak. Sesuai undang-undang nomer 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, disebutkan kepala daerah masing-masing mendapatkan rumah dinas. Nah, sekarang kenapa Wabub malah  ditempatkan di rumah dinas bupati?," kata Joko.

Joko menambahkan, pihaknya merasa kasihan dengan wabup Rahmat Santoso. Sebab, wabup pernah bercerita jika selama tinggal di Pendopo RHN ia hanya tidur di kursi.

“Kami sebagai masyarakat terus terang saja tidak terima. Kenapa wakil bupati kita diperlakukan secara tidak layak. Kalau sifatnya protokoler harus tegas. Jangan sampai ini kacau jalannya pemerintahan ini," imbuh Joko. 

Aksi yang digelar oleh GPI hari ini berujung gagal. Pasalnya di waktu yang sama, ormas Pemuda Pancasila juga datang ke Pendapa Ronggo Hadi Negoro. Secara terang-terangan, Pemuda Pancasila Kota Blitar  mengaku memback up Wabub Rahmat Santoso.

“Kami dari Pemuda Pancasila Kota Blitar memback up Pak Wabub Rahmad Santoso setelah adanya informasi bahwa ada pihak yang kontra dengan keberadaannya di Pendopo RHN," tegas Wakil Ketua Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila Kota Blitar, Eko Suharwanto.

Eko menambahkan, Pemuda Pancasila menilai tidak masuk akal bila GPI meminta wabup Rahmat angkat kaki dari Pendapa RHN. Karena pendopo itu sejarahnya tempat abdi dalem yang bisa ditempati siapapun dengan izin Bupati Blitar. 

Baca Juga : Ratusan Ponsel Digasak Maling, Konter HP di Srengat Merugi Rp 250 Juta

 

“Kalau bupati memberikan izin kami menilai tidak ada masalah. Karena saat ini rumah dinas wabup juga masih dalam renovasi,” tegasnya. 

Cek-cok antara kedua kelompok akhirnya berakhir setelah Polres Blitar Kota datang ke lokasi dan melakukan pembubaran. Menurut Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Achmad Rochan, aksi ini dibubarkan karena  massa Pemuda Pancasila tidak memiliki izin pemberitahuan. Sedangkan massa GPI juga dihimbau untuk tidak melanjutkan aksi unjuk rasa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Polisi meminta mereka untuk bubar juga untuk menghindari kerumunan,” kata Rochan.

Sekedar diketahui, pasca dilantik sebagai Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso tinggal di Pendapa RHN yang sebelumnya digunakan sebagai rumah dinas bupati periode sebelumnya. Sedangkan Bupati Blitar Rini Syarifah tinggal di kediaman pribadinya di Jalan Rinjani Kota Blitar yang letaknya tidak jauh dari Pendapa RHN.

Judul berita Tinggal di Pendapa, Wabup Blitar Diusir LSM, Diselamatkan Pemuda Pancasila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso

Berita Lainnya