Tunggu Hasil Audit Independen, Pansus II DPRD Trenggalek Tunda Pembahasan Merger Bank | Jatim TIMES

Tunggu Hasil Audit Independen, Pansus II DPRD Trenggalek Tunda Pembahasan Merger Bank

Feb 23, 2021 17:38
Suasana rapat pembahasan penggabungan BPR Bangkit Prima Sejahtera dan BPR Jwalita. (Foto:  Ganez Radisa/TrenggalekTIMES)
Suasana rapat pembahasan penggabungan BPR Bangkit Prima Sejahtera dan BPR Jwalita. (Foto: Ganez Radisa/TrenggalekTIMES)

TRENGGALEKTIMES - Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Trenggalek kembali membahas penggabungan BPR Bangkit Prima Sejahtera dan BPR Jwalita. Namun lagi-lagi rapat soal bank perkreditan itu harus diskorsing akibat berkas belum lengkap.

Untuk kali ini, rapat terpaksa dihentikan karena hasil audit independen untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bangkit Prima Sejahtera belum selesai. Sedangkan permintaan Komisi II, rapat baru akan kembali digelar jika kedua bank sudah menyerahkan hasil audit.

Baca Juga : Besok, Vaksinasi Tahap 2 di Kota Malang Dimulai

"Permintaan pansus untuk audit independen masih belum selesai dan masih meminta perpanjangan waktu," ujar Alwi Burhanuddin selaku ketua Pansus II DPRD Trenggalek, Selasa (23/2/2021).

Alwi mengatakan, hingga saat ini pihaknya tinggal menunggu hasil audit yang dikerjakan oleh tim independen untuk BPR Bangkit Prima Sejahtera yang ditargetkan selesai pada 4 Maret. Sedangkan audit BPR Jwalita telah ada dan telah bisa diterima. Laporan audit  juga telah sesuai dengan laporan keuangan tahunan.

"Jadi kita tinggal menunggu audit di BPR BPS. Untuk target, diterangkan tadi sekitar  4 Maret bulan depan," ungkapnya.

Ditambahkan Alwi,  pembahasan merger kedua BPR pelat merah yang dibahas dalam Pansus II tinggal menyisakan satu pasal tentang laporan keuangan. Namun untuk melanjutkannya, Pansus II meminta adanya laporan audit independen tentang keuangan dan permintaan apraisal seluruh aset yang dimiliki.

Baca Juga : Komisi I DPRD Trenggalek Ragukan Perencanaan OPD Terkait Refocusing Anggaran Covid

"Permintaan itu sudah dalam kesepakatan Pansus II yang kita minta kepada eksekutif. Namun hanya audit independen yang disetujui. Untuk apraisal tidak disepakati karena nanti harus kembali mengeluarkan uang untuk bayar pajak," pungkas Alwi.

 

Topik
DPRD Trenggalek pemkab trenggalek Merger bank

Berita Lainnya