Peserta Seleksi Perangkat Desa di Tulungagung Ajukan Keberatan dan Minta Ujian Ulang, Ini Masalahnya... | Jatim TIMES

Peserta Seleksi Perangkat Desa di Tulungagung Ajukan Keberatan dan Minta Ujian Ulang, Ini Masalahnya...

Feb 12, 2021 20:58
Persiapan sesaat sebelum ujian perangkat di desa Wates Kecamatan Sumbergempol pada Rabu 09/02/2021 lalu / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Persiapan sesaat sebelum ujian perangkat di desa Wates Kecamatan Sumbergempol pada Rabu 09/02/2021 lalu / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Ujian perangkat desa di enam desa di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung tak berjalan mulus. Sejumlah peserta mengajukan keberatan dan minta dilakukan ujian ulang karena teknis ujian yang dilaksanakan tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). Persoalan tersebut terjadi di tiga desa antara lain Desa Wates, Bukur dan Sambirobyong. 

"Misalkan, varian soal ujian ternyata tidak mengacu pada aturan yang telah diatur dalam Perda," kata Joko Prasetyo, peserta dari desa Wates.

Baca Juga : Sebanyak 120 Desa Sudah Nyetor Struktur P2KD ke DPMD

Perda yang dimaksud adalah pasal 31 ayat 3 yang mengatur tentang materi soal yang seharusnya memuat pengetahuan umum dan pengetahuan khusus tentang bidang soal (Tupoksi) formasi perangkat. "Semua soal sama, padahal formasi yang diperebutkan berbeda. Ini jelas tidak sesuai dengan maksud perda dibuat," ujarnya.

Tak hanya itu, Joko dan teman-teman sesama peserta dari tiga desa mengungkapkan jika ada yang sangat janggal dalam distribusi soal. Pasalnya, soal ujian didatangkan tanpa pengawasan dan pengawalan dari kampus pembuatnya.

"Ironisnya, saat segel dibuka di dalamnya tidak ditemukan kunci jawaban. Buat apa soal disegel jika kunci jawabannya tidak ada di dalamnya. Ini membuka peluang terjadinya kebocoran, untuk itu kita mengajukan keberatan," ungkapnya.

Selain Joko, orang tua peserta Gunawan yang turut mendampingi para peserta mengungkapkan, sebelum ujian berlangsung, beredar surat resmi dari camat Sumbergempol yang berisi bahwa pihaknya mendatangkan rektor perguruan tinggi di Tulungagung untuk membuat soal ujian perangkat. Namun, saat pelaksanaan ujian justru yang keluar dan dikerjakan peserta bukan dari Universitas yang ditunjuk melainkan dari perguruan lain dari Malang.

"Surat itu resmi, hingga menjelang ujian dan bahkan sampai ujian selesai tidak ada surat pembatalan. Harusnya, mengacu pada surat itu peserta ujian mengerjakan soal dari universitas yang membidanginya. Tapi, tidak ada surat pembatalan dari camat malah peserta harus mengerjakan soal dari pihak lain di luar yang ditunjuk itu," ungkap orang tua dari Venty Umi Fazira peserta calon Sekdes sambil menunjukkan surat yang dimaksud.

Atas berbagai temuan dan kejanggalan ini, para peserta mengirim surat keberatan. Bukan hanya kepada panitia di masing-masing desa, namun surat juga ditembuskan ke Polres, DPRD dan Bupati Tulungagung.

Baca Juga : Sukseskan PPKM Mikro, Pemkab Malang Siapkan Dana Rp 125 Miliar

Salah satu panitia, yaitu desa Wates membenarkan adanya surat keberatan dari sejumlah peserta ujian. Panitia juga telah membalas surat peserta dengan penjelasan sebagaimana proses yang dilaksanakan. "Sudah, surat sudah kita balas ke peserta yang mengajukan keberatan," kata ketua Panitia Penjaringan dan penyaringan perangkat desa Wates, Budiono Jumat (12/02 /2021).

Khusus yang di Wates, Budiono menunjukkan jawaban yang dimaksud di antaranya menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian telah sesuai dengan Peraturan Bupati No 17 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung nomor 4 tahun 2017 tentang Perangkat Desa.

Terkait soal ujian, Panitia telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak perguruan tinggi yang ditunjuk untuk membuatnya. Sedangkan isi soal, sebelum pelaksanaan ujian tim dari perguruan tinggi pembuat soal telah menjelaskan bahwa soal materi ujian di bawah formasi jabatan sekretaris desa di berbagai formasi sama. Karena di dalam soal sudah memuat pengetahuan khusus dalam bidang tugas formasi yang diujikan (Kasun, Kasi Kesra, Kaur Perencanaan dan pemerintahan).

Sementara itu, Wahyudi Kasi Pemerintahan di Kecamatan Sumbergempol saat dikonfirmasi terkait masalah ini belum memberikan respons. Saat dihubungi, nomor ponsel miliknya tidak aktif.

Topik
berita tulungagung Ujian Perangkat Desa tulungagung hari ini

Berita Lainnya