Ketua Banggar DPR RI Beri Bansos ke 325 Guru Ngaji di Sumenep | Jatim TIMES

Ketua Banggar DPR RI Beri Bansos ke 325 Guru Ngaji di Sumenep

Jan 27, 2021 19:44
Anggota DPR RI MH Said Abdullah menyerahkan secara simbolis bantuan operasional kepada perwakilan guru ngaji di Masjid Fathimah Binti Said Gauzan di Desa Jabaan, Manding, Sumenep (Foto: Ist/JatimTIMES)
Anggota DPR RI MH Said Abdullah menyerahkan secara simbolis bantuan operasional kepada perwakilan guru ngaji di Masjid Fathimah Binti Said Gauzan di Desa Jabaan, Manding, Sumenep (Foto: Ist/JatimTIMES)

SUMENEPTIMES - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah memberikan bantuan sosial (bansos) ke 325 guru ngaji di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (27/01/2021)\.

Selain karena para guru ngaji tersebut ikut terkena dampak pandemi Covid-19, pemberian bansos berupa kambing dan uang operasional itu juga dalam rangka memperdayakan para guru ngaji.

Baca Juga : Berikut Doa Akhir dan Awal Tahun dalam Islam agar Mendapat Perlindungan dari Allah SWT 

 

Pemberian bansos yang dikemas dengan acara silaturrahim tersebut berlangsung di Masjid Fathimah Binti Said Gauzan di Desa Jabaan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.

Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Sumenep terpilih Hasil Pilkada Sumenep 2020, Achmad Fauzi, para habaib, tokoh masyarakat, sejumlah guru penerima program, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, MH. Said Abdullah mengatakan, para guru ngaji telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter sejak usia dini guna mencetak generasi cerdas dan berakhlak mulia.

"Sumenep memiliki banyak guru ngaji atau guru alif yang tersebar di kampung dan desa. Jumlahnya ribuan dan tak semuanya bisa diakomodir program pemerintah daerah," ucap Said, dihadapan para tamu undangan.

Menurut dia, pemberian bantuan tersebut murni dari dirinya karena pernah merasakan betapa para guru ngaji senantiasa ikhlas mengajar para anak didiknya, walau terkadang imbalan yang diberikan tak seberapa.

"Saya memang Ketua Banggar DPR RI. Namun, bantuan kambing dan operasional bagi guru ngaji ini tidak terkait dengan jabatan tersebut. Ini program pribadi saya sebagai wakil rakyat," terangnya.

Said menyebut program pemberdayaan bagi guru ngaji itu bentuk pengabdian sebagai makhluk Tuhan. Baik kepada yang Maha Kuasa, orang tua, maupun kepada masyarakat.

Baca Juga : PAC IKAPMII Ganding Bakal Gelar Haul Gusdur 

 

Namun demikian, dirinya tak menampik bahwa program yang digagasnya tersebut dipastikan tidak bisa mengakomodir seluruh para guru ngaji yang tersebar di Sumenep.

"Sekali lagi, program pemerintah daerah tidak akan bisa mengakomodir semua guru ngaji. Saya ingin menutupi 'lubang' yang tak bisa dijangkau tersebut. Tapi, tetap saja tak akan bisa menutupi semuanya," tegasnya.

Karena itu, dengan bantuan tersebut, Said berharap program pemberdayaan bagi 325 guru ngaji yang digagasnya itu bisa dilakukan oleh warga dan elemen masyarakat lainnya yang memiliki kemampuan.

"Untuk saat ini, saya memang konsen kepada guru ngaji. Mereka yang berada di pelosok kampung dan desa itu memiliki peran vital dalam membangun karakter anak. Saya memiliki kewajiban untuk membantu mereka," pungkasnya. 

Topik
Berita Sumenep berita sumenep hari ini

Berita Lainnya