Satu Desa di Tulungagung Cetuskan Konsep Wisata Unik | Jatim TIMES

Satu Desa di Tulungagung Cetuskan Konsep Wisata Unik

Jan 27, 2021 19:37
Kepala Desa Kauman Brida Mardi Utomo (Foto: TULUNGAGUNGTIMES)
Kepala Desa Kauman Brida Mardi Utomo (Foto: TULUNGAGUNGTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES - Disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa atau disebut  UU Desa memberi pengaruh yang cukup signifikan bagi pemerintah desa dan masyarakatnya. Sebab, desa mempunyai kewenangan dalam mengelola desanya sendiri serta mendapat penggelontoran dana desa (DD) dari pemerintah pusat.

Dengan kewenangan yang luas dan adanya DD, banyak inovasi dan ide-ide kreatif, baik sektor ekonomi atau sektor wisata, bermunculan di seluruh desa di Indonesia. Seperti di Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Tulungagung, dengan konsep ekonominya yang bisa dibilang unik.

Baca Juga : Eks Toko Modern Berjejaring yang Disegel, Bisa Digunakan untuk Toko Lagi, Ini Syaratnya

Kepala Desa Kauman Brida Mardi Utomo mengatakan, konsep ekonomi yang digagasnya lebih menekankan pada pendekatan partisipatif. Sebab,  Desa kauman tidak punya keindahan alam yang bisa dijual.

Yang dimaksud partisipatif,, pemerintah desa berkomunikasi dengan masyarakat dan membangun akses jalan baru. Pemerintah desa yang memfasilitasi pembangunannya dan masyarakat menghibahkan sebagian tanahnya untuk memperluas jalan desa itu.

"Yang baru kami kerjakan adalah Jembatan Semangka (Semambungan dan Kalitumpang) serta memperluas akses jalannya," kata Brida di kantornya. Rabu (27/01/2021).

Menurut Brida, Jembatan Semangka adalah jembatan yang menghubungkan antara Desa Kauman dan Panggungrejo. Dengan menggandeng kearifan lokal dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, bisa menciptakan peluang kawasan kuliner tradisional yang dijajakan oleh masyarakat sekitar.

Dijelaskan, peningkatan pendapatan asli desa (PADes) tidak harus dari hasil penjualan tiket kunjungan, tapi dengan memberi kesempatan masyarakat membuka peluang usaha itu juga bisa menjadi pendapatan desa.

Baca Juga : Penutupan Pasar Tamanan di Tulungagung Batal, Ini Alasannya

Semenjak dibangun jembatan dan diperluas akses jalan itu,  banyak masyarakat yang berjualan dengan membuka lapak-lapak secara mandiri dan dengan konsep kreatifnya sendiri-sendiri. "Desa Kauman memang tidak cocok untuk desa wisata. Maka yang kita perkuat adalah urusan tata niaganya," ucapnya.

Pria ramah itu mengaku, konsep pembangunan ekonominya akan mengarah pada wisata belanja seperti yang ada di Jalan Malioboro Jogjakarta.

Kreativitas masyarakatnya akan dipacu terus sehingga memunculkan produk-produk kreatif baru. Klimaksnya, akan menjadi produsen sektor kreatif, sektor kuliner dan sektor lainnya.

Topik
Konsep Wisata Unik Dana Desa di Tulungagung

Berita Lainnya