Bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik di Jombang Tersendat Alat dan Pelatihan | Jatim TIMES

Bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik di Jombang Tersendat Alat dan Pelatihan

Jan 26, 2021 18:50
Kondisi kandang komunal milik Gapoktan Kecamatan Diwek. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kondisi kandang komunal milik Gapoktan Kecamatan Diwek. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Produksi pupuk organik pada program unit pengolahan pupuk organik (UPPO) belum bisa berjalan di Jombang. Hal itu dikarenakan alat pengolah pupuk organik (APPO) belum tersedia, hingga pelatihan produksi pupuk belum diterima. 

Itu terjadi di gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kecamatan Diwek. Program UPPO yang seharusnya bisa dijalankan, akhirnya tersendat lantaran alat pengolahan pupuk organik belum tersedia.

Baca Juga : Penutupan Pasar Tamanan di Tulungagung Batal, Ini Alasannya

"APPO sudah kita pesan, tapi belum datang sampai sekarang. Jadi ya belum bisa berjalan," kata pengelola Gapoktan Kecamatan Diwek Suanri kepada wartawan, Selasa (26/01).

Program UPPO merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI tahun 2020. Setiap masing-masing Gapoktan menerima anggaran Rp 200 juta yang bersumber dari Daftar Isian Penerima Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2020.

Pada Gapoktan Kecamatan Diwek, anggaran tersebut dicairkan secara bertahap sejak bulan Oktober 2020. Sesuai dengan Petunjuk Teknis program UPPO, dana yang diterima harus dibelanjakan sesuai kebutuhan teknis.

Seperti, pembangunan rumah kompos dan bak fermentasi, pembangunan kandang komunal, pengadaan ternak, pengadaan APPO, dan kendaraan angkut roda tiga. "Cair sejak bulan 10, tapi bertahap. Semua anggaran sudah dibelanjakan, termasuk dapat sapi 3 ekor," tandasnya. 

Kendati begitu, lanjut Sunari, dirinya belum bisa memulai pembuatan pupuk organik melalui program tersebut. Selain alat pengolah pupuk organik (APPO) yang belum tersedia, dirinya juga belum mendapatkan pelatihan. "Ya belum ada pupuk. Kalau kita sendiri belum mengerti ya, karena sekarang belum ada pelatihan. Ini kan masih nunggu alat datang (APPO, red)," terangnya. 

Baca Juga : Animo Tinggi, Pembeli Unit di Taman Tirta Bahkan Sampai Luar Pulau

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Priadi menerangkan, ada 21 pemerimi program UPPO di kota santri ini. Ia menyebut, masing-masing menerima bantuan berupa uang tunai Rp 200 juta langsung dari pemerintah pusat ke rekening penerima. "Jadi uang dari Pemerintah Pusat langsung dikirim ke rekening penerima bantuan. Dinas hanya memfasilitasi saja," jelasnya. 

Menurut dia, saat ini pelaksanaan program tersebut sedang di-Monitoring oleh Disperta Jombang. Ia akan melihat sejauh mana kelengkapan teknis yang sudah dibelanjakan melalui bantuan uang tunai tersebut. "Ini kami melakukan monitoring ke lapangan apakah benar ada alat-alat dari bantuan itu," kata Priadi. 

Mengenai Gapoktan yang belum menjalankan program tersebut, Priadi juga mengakuinya. Ia mengatakan bahwa Gapoktan masih menunggu APPO masih dalam pemesanan. "Jadi itu (pembelian APPO, red) terserah urusannya penerima bantuan untuk membeli di mana," pungkasnya.(*)

Topik
berita jombang Pupuk Bersubsidi

Berita Lainnya