Diduga Keracunan Nasi Berkat, Belasan Warga di Tulungagung Sakit Perut dan Mencret | Jatim TIMES

Diduga Keracunan Nasi Berkat, Belasan Warga di Tulungagung Sakit Perut dan Mencret

Jan 26, 2021 14:26
Rahma, salah satu anak tampak terkulai lemas diduga karena Keracunan nasi berkat / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Rahma, salah satu anak tampak terkulai lemas diduga karena Keracunan nasi berkat / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Belasan orang di Desa Wates Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung mengalami keracunan setelah diduga makan nasi berkat. Beberapa orang di antaranya bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan (Faskes) dan dokter karena mengalami gejala diare parah dan terus mengeluarkan cairan dari anusnya.

Kejadian ini diawali dari salah satu warga yang mempunyai hajat selamatan. Karena masih pandemi Covid-19, selamatan dilaksanakan hanya dengan mengundang enam orang. Sedangkan puluhan berkat lainnya diantarkan ke rumah kerabat dan tetangga kiri kanan.

Baca Juga : Asosiasi Kepala Desa Geruduk Pendopo, Minta Target PBB Dievaluasi

"Gejalanya terjadi Senin pagi hingga malam, perut rasanya mulas dan sakit. Kemudian diare yang sulit berhenti," kata Bukhori (40) yang anaknya bernama Rahma (9) masih lemas terkulai akibat sakit yang diderita.

Lanjut Bukhori, dirinya yang kebetulan diundang untuk selamatan juga makan nasi dan ayam. Namun, makanan yang di rumah pemilik hajat beda dengan berkat yang dibawa pulang.

"Di sana lauknya soto, yang berkat memang utuh dan dimasak ungkep begitu. Ibu dan saya tidak makan berkatnya jadi tidak apa-apa, anak saya yang makan saja yang sakit," ungkapnya.

Bukan hanya Bukhori, tetangga yang mendapat kiriman berkat dan memakannya rata-rata mengalami gejala yang sama.

"Awalnya perut sakit lalu muntah dan diare, semakin lama semakin tak berhenti dan harus mencari obat atau dibawa ke klinik kesehatan," terangnya.

Mendapat informasi itu, Puskesmas Bendilwungu yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Sigit Jaka Purnama mendatangi lokasi kejadian. Dari data lapangan, warga yang mengalami gajala dan memakan berkat yang sama dari tempat yang sama pula.

Baca Juga : Foto SBY "Jualan" Nasi Goreng Sempat Bikin Heboh, Ternyata Ini Faktanya

"Ini masih perlu kita lakukan pendalaman, sejumlah keterangan dari korban yang mengalami gejala yang sama yaitu sakit perut dan diare kebanyakan setelah memakan nasi berkat," kata Sigit, Selasa (26/01/2021) di lokasi yakni Dusun Nglegok Desa Wates.

Salah satu yang perlu diklarifikasi, salah satu anak kelas IV SD yang meninggal dunia pada Selasa (26/01) dan dikabarkan meninggal juga karena memakan nasi berkat ternyata tidak benar.

"Gejalanya tidak mengindikasikan dari makan berkat, karena memang korban meninggal dunia ini tidak makan berkat dari tempat korban yang sakit lainnya," jelasnya.

Korban meninggal dunia ini dipastikan Sigit Jaka bukan terkait belasan warga yang keracunan, namun disebabkan penyakit lainnya.

Topik
Keracunan Nasi Berkat warga keracunan Korban Keracunan

Berita Lainnya