Pemkot Malang Belum Rencanakan Pengadaan GeNose | Jatim TIMES

Pemkot Malang Belum Rencanakan Pengadaan GeNose

Jan 26, 2021 11:16
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Meski alat pendeteksi covid-19 GeNose telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak Desember 2020 lalu, tampaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang urung berencana melakukan pengadaan.

Hal itu lantaran belum adanya rekomendasi resmi dari pemerintah pusat walaupun mulai bulan depan GeNose mulai dimanfaatkan untuk pengecekan Covid-19 pada penumpang kereta api.

Baca Juga : 5 Hari Kota Batu Zona Kuning, Ada Tambahan 23 Pasien Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, terkait akan adanya pengadaan atau tidak alat pendeteksi covid-19 yang merupakan kearifan lokal murah meriah tersebut, pemkot  tak mau ambil keputusan sepihak. Pemkot masih menunggu instruksi dari pusat terkait hal itu.

"Lha kalau belum ada rekomendasi. Nanti salah, dilihat BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Nanti kami kena KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kami tidak mau merekomendasikan sesuatu yang belum teruji," ungkapnya.

Belum adanya rekomendasi secara resmi dari pemerintah pusat inilah yang menjadikan Pemkot Malang tak mau ambil risiko. Sebab, validitas akan penggunaan alat tersebut untuk mendeteksi covid-19 kepada seseorang masih dinilai remang-remang.

"Kita lihat kevalidannya. Kalau dari tim ahli sudah menyampaikan itu valid, ya malah enak. Semua orang bisa lakukan itu untuk mendeteksi dini. Ada lagi penemuan dari Unair (Universitas Airlangga), itu yang ditempel di ketiak saja (cara pendeteksi covid-19). Tapi apa valid?," imbuhnya.

Namun, apabila sudah ada instruksi resmi, pemkot juga siap untuk mengadakan GeNose. Menurut Sutiaji, hal tersebut cukup relatif untuk dilakukan. Sebab, yang paling terus digencarkan saat ini bagaimana terus memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Malang untuk terus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga Jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas).

Baca Juga : Puskesmas dan Puluhan Faskes Lainnya Siap Jadi Lokasi Vaksin Covid-19 di Kota Malang

"Maka di kami  relatif (untuk pengadaan alat GeNose). Kami lebih menguatkan 5M. Bagaimana ini, jangan sampai dengan kelonggaran ini masyarakat tidak disiplin," tandasnya.

Sebagai informasi, alat pendeteksi covid-19 GeNose ini merupakan buatan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta). Cara kerjanya, seorang yang akan diperiksa menggunakan GeNose terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus atau plastik khusus yang terhubung dengan sensor pendeteksi dari alat tersebut. Tingkat akurasi penggunaan tes ini diklaim ampuh hingga 90 persen mendeteksi seorang yang terpapar covid-19.

Topik
alat pendeteksi covid 19 genose deteksi covid 19 Pemkot Malang

Berita Lainnya