Dua Hari Zona Kuning, Kota Batu Tak Ingin Gegabah Buka Pembelajaran Tatap Muka | Jatim TIMES

Dua Hari Zona Kuning, Kota Batu Tak Ingin Gegabah Buka Pembelajaran Tatap Muka

Jan 22, 2021 14:35
Salah satu kegiatan pembelajaran tatap muka di SDN Gunungsari (foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Salah satu kegiatan pembelajaran tatap muka di SDN Gunungsari (foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

BATUTIMES - Kota Batu kini sudah masuk zona kuning atau risiko rendah Covid-19, meski demikian Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko tidak ingin gegabah memutuskan pembelajaran tatap muka di Kota Batu. 

Lantaran Dewanti masih ingin menunggu progres perkembangan Covid-19 Kota Batu.

Baca Juga : Turun Dibanding 2019, Angka Kekerasan Pada Anak di Kota Batu Tetap Tinggi

“Kota Batu masuk zona kuning masih beberapa hari, kecuali kalau bisa bertahan sudah satu bulan atau tiga bulan baru kami percaya diri minta Dinas Pendidikan menyiapkan proses belajar mengajar tatap muka,” ungkapnya. 

Karena bagi Dewanti masuk zona kuning dalam beberapa hari terakhir masih tergolong risiko tinggi. Sehingga ia belum berani memutuskan untuk bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tapi kalau masih baru (zona kuning) risikonya masih tinggi, kita pertahankan dulu. Semoga bisa bertahan lama di zona kuning, kalau bisa zona hijau,” imbuhnya. 

Istri Eddy Rumpoko itu berani menggelar pembelajaran tatap muka jika zona kuning bisa dipertahankan setidaknya selama tiga bulan. Kemudian tidak ada penambahan kasus baru di Kota Batu.

“Kalau tidak ada kasus baru saya berani jalankan pembelajaran tatap muka. Karena anak-anak rentan terpapar, dan saya tidak mau mempertaruhkan kesehatan anak-anak,” ujar politisi PDIP ini.

Baca Juga : Destinasi Wisata di Blitar Tutup Selama PPKM, Pengelola Terbitkan Pernyataan Sikap

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih menambahkan, meskipun Kota Batu masuk pada zona kuning, pembelajaran tatap muka menunggu instruksi dari kepala daerah. Namun pihaknya mulai mempersiapkan beberapa hal.

“Persiapannya mulai dari melengkapi sarana dan prasarana jika dilakukan pembelajaran tatap muka. Dan survey terkait diperbolehkannya atau tidak kepada wali murid jika dilakukan tatap muka,” ucapnya. 

 

Topik
covid 19 kota batu

Berita Lainnya