Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Ist/Google Images)

BLITARTIMES - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Blitar ditunda. Padahal awalnya pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan pada besok Kamis 15 Januari 2021.

“Rencana vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Blitar pada 15 Januari 2021 dipastikan ditunda. Sebab Launching vaksinasi Covid-19 kabupaten/kota di Jawa Timur hanya diwakili tiga daerah yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” ungkap Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Baca Juga : Dimulai dari Grahadi, Tingkat Sensivitas Vaksin Sinovac 65,3 Persen

Dikatakannya, pihaknya juga belum mengetahui waktu atau jadwal pendistribusian vaksin Covid-19 dari provinsi. Artinya pendistribusian vaksin dari provinsi masih menunggu informasi lebih lanjut. “Untuk teknis pendistribusian nanti, rencananya dari provinsi akan dikirim ke Dinas Kesehatan. Kemudian layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit mengambil langsung dari Dinas Kesehatan,” terangnya. 

Sebagai informasi, vaksin Covid-19 di Kabupaten Blitar akan diberikan empat tahap. Tahap pertama vaksinasi akan menyasar tenaga kesehatan, kedua TNI-Polri, ketiga orang-orang yang melakukan pelayanan publik. Adapun vaksinasi terakhir atau tahap keempat adalah masyarakat dengan usia 18 – 59 tahun. Teknis pemberian vaksin secara nasional sama yakni secara bertahap.

Adapun rincian penerima vaksin Covid-19 tahap awal nanti, untuk tenaga kesehatan berjumlah 4.644 orang, TNI sebanyak 656 orang, Polri 721 orang, Satpol PP 70 orang, serta petugas pelayanan masyarakat yang bertugas di terminal, Damkar, PLN, dan PDAM sebanyak 324 orang. Sedangkan masyarakat penerima vaksin Covid-19 dengan usia 18 sampai 59 tahun jumlahnya mencapai ratusan ribu.

Baca Juga : Puluhan Anak di Desa Glintong Ikuti Sunatan Masal Gratis

“Ada perubahan jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin Covid-19. Dari awalnya 4.644 orang menjadi sekitar 3 ribu orang. Perubahan data itu setelah dilakukan evaluasi, ternyata ada tenaga kesehatan yang sudah pindah, keluar, dan lain-lain,” pungkas Krisna.