Masyarakat yang sedang melakukan rapid test antigen di PMI Kota Malang. (Foto: Istimewa) 
Masyarakat yang sedang melakukan rapid test antigen di PMI Kota Malang. (Foto: Istimewa) 

Meningkatnya permintaan masyarakat yang akan melakukan rapid test antibodi maupun rapid test antigen membuat PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Malang melakukan perpanjangan jam pelayanan untuk rapid test. 

Sekretaris PMI Kota Malang Tris Surya Hadi mengatakan, pelayanan dibuka mulai Senin hingga Sabtu. Minggu atau hari besar tutup. Jam pelayanan juga ditambah dan dibagi menjadi dua shift.  "Untuk shift pertama dari pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB dan shift kedua pukul 14.00 WIB sampai 19.00 WIB," terangnya, Selasa (12-1-2021). 

Kebijakan memperpanjang jam pelayanan ini pun diberlakukan bersamaan dengan penerapan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di Kota Malang yang dimulai Senin (11/1/2021).  "Kebijakan ini diambil setelah kemarin kami menerima banyak permintaan dari masyarakat," terangnya. 

Meskipun terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Malang, PMI Kota Malang juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.  Salah satunya pembatasan berkumpulnya masyarakat yang mengantre untuk melakukan rapid test antibodi maupun rapid test antigen. 

Teknis untuk menerapkan pembatasan berkumpulnya masyarakat yaitu dengan menerapkan sistem pendaftaran online. Hal ini akan memudahkan masyarakat yang ingin melakukan rapid test antibodi maupun rapdi test antigen untuk tidak perlu antre atau menunggu lama di lokasi rapid test. 

"Setiap satu setengah jam, kami hanya melayani 25 orang pendaftar. Padahal per hari permintaan rapid mencapai 200 permintaan. Kami harus membuka pelayanan hingga jam 19.00 untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak tersebut," jelas Surya. 

PMI merasa mampu memperpanjang pelayanan rapod test karena memiliki SDM (sumber daya manusia) yang mencukupi.  "Kami memiliki karyawan tetap, dari perawat dan analis. Juga relawan dari bidang kesehatan yang cukup untuk memberikan pelayanan. Karena itu, PMI Kota Malang memperpanjang jam pelayanan," kata Surya.