Nama Ketua Tim Paslon SanDi Dicatut Akan Ungkap Kasus Sanusi, Darmadi: Hoaks! | Jatim TIMES

Nama Ketua Tim Paslon SanDi Dicatut Akan Ungkap Kasus Sanusi, Darmadi: Hoaks!

Dec 08, 2020 16:21
Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yang mengusung Paslon SanDi, Darmadi ketika ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yang mengusung Paslon SanDi, Darmadi ketika ditemui di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

Beredar di grup WhatsApp, screenshots nama Ketua Tim Kampanye Malang Makmur yang merupakan pengusung pasangan calon (paslon) Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yakni Darmadi yang akan mengungkap dua kasus korupsi Calon Bupati Malang HM. Sanusi. 

Keterangan yang tertera dalam pesan berantai tersebut menyebutkan, bahwa terdapat dua kasus korupsi yang telah berada di meja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). 

Baca Juga : BBHAR PDI P Kabupaten Malang Laporkan Kampanye Hitam ke Polres Malang

"Dua kasus korupsi Pak Sanusi sudah di Meja KPK. Tinggal diletuskan tahun depan. Kabarkan ke kader, Tahun 2021 Bupati Malang adalah Pak Didik, kader asli PDI Perjuangan. Merdeka!!! Mari Bung Rebut Kembali," tulis dalam pesan berantai tersebut. 

Selain itu dalam pesan berantai yang telah menyebar di beberapa grup WhatsApp, juga disebutkan adanya instruksi dan seruan agar semua ranting menggerakkan massa memilih Paslon SanDi. 

"Intruksi. Semua struktur ranting wajib menggerakkan massa dan kader untuk datang ke TPS dan memilih sandi. Memang Sanusi bukan kader PDI Perjuangan. Dia hanya untuk menggerus suara NU. Dr Umar sudah ke Sandi. Kiai Marzuki sudah kita kondisikan. Massa NU akan mudah digerakkan, kecuali. Sebarkan surat dukungan Kiai Marzuki untuk meyakinkan mereka," papar oknum tak bertanggungjawab yang mencatut nama Darmadi. 

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Tim Kampanye Malang Makmur Darmadi, menegaskan, bahwa terkait screenshots yang tersebar luas di beberapa grup WhatsApp tersebut adalah hoaks dan fitnah yang sangat keji. 

"Itu hoaks dan sebuah fitnah keji yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab," tegasnya ketika dikonfirmasi pewarta di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Selasa (8/12/2020). 

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini juga mengungkapkan, bahwa perbuatan tersebut sangat tidak beretika di tengah situasi politik Kabupaten Malang yang sedang menggelar tahapan Pilkada 2020. 

"Sangat tidak beretika di tengah pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Malang. Sekali lagi bahwa itu tidak benar dan bukan akun saya," ungkapnya. 

Baca Juga : Charta Politika Rilis Hasil Survei: Elektabilitas SanDi 44,5%, LaDub 35,4%, HC-GH 11,0%

Dengan adanya perbuatan dan kabar yang telah beredar tersebut, pihaknya malah mendoakan kepada pembuat serta penyebar fitnah agar disadarkan dan kembali ke jalan yang lurus. 

"Semoga orang yang membuat akun dan membuat fitnah kepada saya segera diberikan kesadaran. Masih saya pertimbangkan untuk melaporkan kepada pihak-pihak tertentu kepolisian atau yang lainnya," terangnya. 

Menurutnya, orang-orang yang melakukan perbuatan dan penyebaran fitnah tersebut dengan memalsukan akun dirinya merupakan orang-orang yang tidak senang atas kemajuan dan kehadiran Paslon SanDi di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Saya kira yang melakukan perbuatan memalsukan akun saya adalah orang yang tidak senang Kabupaten Malang dipimpin oleh pasangan SanDi yang merupakan orang baik dan menjadikan Kabupaten Malang makmur," tutupnya.

Topik
ketua tim paslon sandi Berita Hoaks berita viral Pilkada Kabupaten Malang 2020 PDIP Kabupaten Malang

Berita Lainnya