Deklarasi damai
Deklarasi damai

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Surabaya bersatu menyerukan deklarasi damai menjelang pelaksanaan Pilkada Surabaya 2020. 

Dalam deklarasi tersebut, terdapat 5 (lima) poin penting yang diharapkan bisa terwujud dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020.

Baca Juga : Merapatnya Loyalis Sujud Pribadi ke LaDub, Lathifah: Alhamdulillah Sudah Bersama Kita

"Intinya kita ingin pilkada ini berjalan dengan damai. Sebab itu, jangan dikotori dengan hal-hal yang merusak demokrasi," kata Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri.

Menurut Muhibbin, adanya suatu kontestasi merupakan keniscayaan dalam demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang terbaik dan kredibel yang bisa melaksanakan amanah.

"Karena itu mari kita jaga bersama, kita dorong semua warga Surabaya untuk memilih secara cerdas berdasarkan hati nurani. Mudah-mudahan dengan cara itu Gusti Allah akan mentakdirkan kita (Surabaya) memiliki pemimpin yang baik dan pemimpin yang amanah," jelasnya.

Sama halnya dengan Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, Mahsun juga berharap kontestasi Pilkada Surabaya dapat berjalan aman dan damai. Tidak terjadi suatu tindakan yang dapat mencoreng demokrasi.

Baca Juga : Debat Terakhir Pilwali Surabaya, WS: Insya Allah Saya Hadir

"Jadi intinya adalah agar pilkada ini berjalan dengan baik, bersih dari money politik (politik uang), dan juga terhindar dari tindakan-tindakan yang kurang terhormat," ujarnya Mahsun.

Melihat pelaksanaan pilkada serentak hanya menyisakan hitungan hari lagi, karena itu disepakatilah seruan deklarasi damai dua Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam (NU-Muhammadiyah, red) yang mempunyai jamaah terbanyak di Indonesia ini.