Kandidat nomor urut satu dari pasangan SanDi (paling kiri) saat mengakhiri debat publik seri pamungkas (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kandidat nomor urut satu dari pasangan SanDi (paling kiri) saat mengakhiri debat publik seri pamungkas (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Paslon SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) menyampaikan komitmennya untuk memberantas perilaku dan pelaku korupsi di Kabupaten Malang. Pernyataan itu terlontar dari statement Calon Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi atau yang akrab disapa Abah Sanusi saat sesi debat publik sesi pamungkas berlangsung, Selasa (1/12/2020) malam.

Menurutnya, untuk memberantas perilaku dan pelaku korupsi, tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah atau institusi yang membidangi. Namun, seluruh elemen termasuk masyarakat juga harus terlibat aktif dalam pemberantasan korupsi.

Baca Juga : Awali Debat Pamungkas, Paslon SanDi Panjatkan Doa Demi Kesembuhan KH Said Aqil Sirajd

”Seharusnya ke depan ini bisa diusung bersama kepada seluruh masyarakat, untuk selalu mengawasi dan menghilangkan budaya ewuh-pakewuh. Karena korupsi itu pasti dilakukan oleh para pejabat yang berkepentingan,” ungkapnya.

Jika ada laporan dari masyarakat atau pihak manapun terkait indikasi kuat adanya korupsi, maka politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, bakal memberikan tindakan tegas. Yakni pemecatan jika memang terbukti melakukan tindak korupsi.

”Nanti kalau ada laporan masyarakat soal indikasi korupsi, itu akan segera kita tindak lanjuti. Kalau terbukti, pasti akan saya pecat pejabat yang demikian itu (korupsi),” tegasnya.

Meski mengaku memiliki komitmen dan tidak akan ragu-ragu untuk menindak pelaku korupsi, namun politisi yang juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini, mengaku membutuhkan sinergitas yang kuat dari semua lini untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap terjadinya tindakan korupsi.

”Untuk memberantas korupsi memang tidak mudah, karena ini menyangkut perilaku dan korupsi itu terjadi karena ada niat dari pelaku,” ungkapnya.

Oleh karenanya, santri yang juga pernah menimba ilmu di pondok pesantren Raudlatul Ulum ini, mengaku sudah melakukan berbagai upaya demi mencegah terjadinya korupsi di wilayah Pemkab (Pemerintahan Kabupaten) Malang.

Baca Juga : Cara Paslon Ladub Ciptakan Tata Kelola Pemerintahan di Pemkab Malang Menjadi Kelas Dunia

Salah satunya dengan melibatkan tokoh agama untuk memberikan wejangan dan arahan, agar menjauhi tindakan korupsi yang dapat merugikan negara dan masyarakat. 

”Sehingga seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Malang kemarin, sudah dibaiat oleh KH Marzuki (KH Marzuki Mustamar, red) untuk berprilaku baik,” ucapnya.

Langkah pencegahan korupsi selanjutnya, diterangkan Abah Sanusi, adalah dengan penegakan hukum. 

”Penegakan hukum yang tegas dan tidak tebang pilih. Siapapun yang melakukan korupsi harus ditindak. Saya tidak akan ragu-ragu, siapapun yang korupsi di Kabupaten Malang akan kita habisi,” tukasnya.