Eri Cahyadi saat kampanye (Istimewa)
Eri Cahyadi saat kampanye (Istimewa)

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Surabaya saat ini nampaknya harus memperhatikan protokol kesehatan ketika sedang berkampanye. Karena kasus Covid-19 di Surabaya kembali naik.

Itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Darurat Lapangan Kogabwilhan Indrapura (RSLKI), Surabaya, dr Nalendra. Bahwa di tempatnya ada kenaikan penerimaan pasien Covid-19 hingga 400 persen. Naiknya kembali kasus Covid-19 ini pasca adanya libur panjang yang ditetapkan pemerintah. Dan selain itu masyarakat juga dinilai sudah abai terhadap protokol kesehatan.

Baru ini akun Twitter Radio Suara Surabaya, e100 mem-Posting kegiatan kampanye Calon Wali Kota Surabaya, Nomor Urut 1, Eri Cahyadi di Sumberejo, Selasa (24/11) malam. Foto dengan menampilkan Eri Cahyadi mengacungkan jari 1 seraya melepas maskernya. Sementara itu di sampingnya ada tiga orang perempuan serta satu pria yang sama tak bermasker.

Sementara di belakangnya terlihat banyak warga duduk dengan pakaian dominan warna merah. Terlihat beragam usia mereka mulai tua hingga muda dan berkerumun.

Karuan saja netizen meradang melihat kampanye yang tak taat akan protokol kesehatan (prokes) tersebut. Mayoritas netizen menuliskan komentar miring pada komentar terhadap kampanye yang dilakukan.

"Wes angel, nek awak dewe gk nggawe masker kenek ciduk swab hunter..nek wong duwur iku bebas yo..atek mari diswab gk dike.i hasil maneh..republik sulab," tulis akun Habite20.

"Berkerumun maskere gak digawe seng bener kiro" bener ta iku, calon walikota ngekek i contoh sing gak bener," tulis akun lain dengan nama Rizal Bobsaid.

"Woiii corona woii..oh iyo seh kan Covid-19 wes onok obate bentuke PIL kada," imbuh akun lain Nugroho TH.

Terpisah ketika dikonfirmasi Juru Bicara Paslon Eri-Armuji, Achmad Hidayat enggan berkomentar. "Masak saya mau nanggapi netizen. Saya ndak punya twitter," singkatnya, Kamis (26/11).