Budi Santoso, tesangka pelaku pembunuhan yang masih tetangga korban / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Budi Santoso, tesangka pelaku pembunuhan yang masih tetangga korban / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Pengakuan tersangka pelaku pembunuhan  Budi Santoso (27) terhadap korban Nikmatu Rohmah (45) di luar dugaan. Tersangka yang semula mengaku sakit hati, ternyata mengaku menaruh hati pada korban. 

Pengakuan tersebut memang cukup mengejutkan, karena selain baru terungkap dalam rilis di Mapolres Tulungagung, Senin (23/11/2020) juga dikarenakan adanya perbedaan usia yang cukup jauh. Perbedaannya mencapai 18 tahun.

Baca Juga : Ibu dan Anak Hilang di Tulungagung Saat Suami Bersihkan Kandang Sapi, Syndrome Baby Blues?

Fenomena laki-laki mencintai perempuan yang lebih tua memang bukan hal baru. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan Oedipus complex di mana laki-laki menyukai perempuan yang lebih tua. "(itu namanya) Oedipus complex," kata Ifada Nur Rohmaniah, Psikolog Tulungung saat dikonfirmasi terkait masalah ini.

Dalam psikoseksual, kata Ifada, bila seorang anak laki-laki memiliki keinginan untuk terlibat secara seksual dengan orang yang lebih tua atau bahkan orang tuanya yang berlawanan jenis.

Ada beberapa faktor dominan yang membuat seorang anak laki-laki mengalami Oedipus Complex. Dalam berbagai referensi, di antaranya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak menyangkut psikoanalisis.

Kemudian, kehadiran figur seorang ibu. Ada anak laki-laki yang sangat dekat dengan ibunya bahkan sangat dilindungi. Kondisi inilah yang membuat anak laki-laki  ketika dewasa mencari figur ibu pada kekasihnya yang biasa didapat dari perempuan lebih tua.

Seperti diketahui, di depan Kapolres AKBP Handono Subiakto saat rilis kasus, tersangka Budi Santoso (27) yang merupakan tetangga korban mengaku memiliki rasa cinta pada korban Nikmatu Rohmah. "Karena saya senang (cinta) padanya," kata Budi dengan logat bahasa jawa.

Lanjutnya, rasa cinta yang dirasakan ini tak bersambut dan hanya disimpan dalam hati. Saat dirinya bermasalah dengan Nuril Huda (55) suami Nikmatu Rohmah, justru memilih dendamnya dilampiskan ke istrinya. "Saya tidak berani sama suaminya," jawab Budi saat kembali ditanya Kapolres.

Baca Juga : Zona Merah Persebaran Covid-19 Tulungagung Hilang, Sisakan 2 Zona Oranye

"Jika kamu cinta sama korban, kenapa yang menjadi sasaran malah dia, kok bukan suaminya," tanya Kapolres AKBP Handono Subiakto.

Budi hanya diam tak memberikan jawaban lebih jauh terkait adanya motif asmara yang disampaikan saat rilis ini. 

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengungkapkan modus lain (asmara) baru terungkap saat rilis ini. Sebelumnya, Budi merasa sakit hati, lantaran sering ditegur mengambil air di musala oleh Nuril Huda, suami korban.