Machfud Arifin ketika bertemu dengan ratusan warga yang tinggal di bangunan cagar budaya Gedung Seh-Tan.
Machfud Arifin ketika bertemu dengan ratusan warga yang tinggal di bangunan cagar budaya Gedung Seh-Tan.

SURABAYA - Machfud Arifin menyapa warga penghuni Gedung Seh-Tan yang berlokasi di Banyu Urip Wetan, Surabaya, Minggu (22/11). Sebagai wujud komitmen dalam menjaga cagar budaya, Machfud Arifin berjanji akan mempercantik gedung yang telah berusia dua abad ini.

Melihat kondisi tidak layak gedung yang terkenal dengan sebutan Gedung Setan tersebut yang banyak ditempati warga hingga ratusan kepala keluarga (KK), Machfud Arifin mengaku sangat prihatin. “Warga di sini (yang menempati Gedung Setan) ada sekitar 105 kepala keluarga. Sungguh memprihatinkan bagi saya,” ujar dia.

Di gedung yang termasuk cagar budaya ini, Machfud  melihat rumah warga berdempet-dempetan hanya dengan dinding dari tripleks. Apalagi saat musim hujan tiba para warga juga harus bertahan di dalam gedung dengan keadaan kebocoran air hujan.

Mantan kapolda Jatim ini mengaku yang lebih memprihatinkan lagi yakni kurangnya fasilitas sanitasi di gedung tersebut. “Sekitar 105 KK hanya punya jamban dua. Padahal satu KK bisa terdiri dari dua hingga tiga anggota keluarga, berarti bisa mencapi sekitar 300 warga di gedung ini, tapi hanya punya dua jamban. Apa tidak memprihatinkan itu,” ucapnya. 

Ke depan jika dirinya terpilih menjadi wali kota Surabaya, Machfud bakal mempercantik Gedung Setan. “Ya harus dirapikan karena ini cagar budaya. Kita cat biar kelihatan cantik, kita juga bisa bantu memperbaiki atap-atap yang keropos,” katanya. 

Sementara itu, toko masyarakat Surabaya yakni Mat Mochtar meyakinkan bahwa warga Surabaya harus memilih Machfud Arifin sebagai wali kota Surabaya. Pasalnya, hanya Machfud  yang memiliki niat baik untuk menperbaiki kota kelahirannya, Surabaya. “Beliau ini hanya ingin mengabdikan dirinya di kota kelahirannya, ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh warga Surabaya,” tandasnya. 

Mat Mochtar juga mengaku tidak ragu-ragu dalam memberikan dukungannya kepada paslon Machfud Arifin-Mujiaman. Bahkan hingga merelakan dirinya dipecat dari PDI Perjuangan. “Kenapa saya rela dipecat dari PDI Perjuangan, menurut saya yang saya bela ini orang benar. Kalau kita berjuang di dalam kebenaran, jangankan dipecat, dibunuh pun saya tidak akan mundur,” tandasnya.