KH. Ahmad Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Huda Desa Gaddu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep sewaktu menghadiri deklarasi anti narkoba di Mapolres setempat (Foto doc: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)
KH. Ahmad Qusyairi Zaini, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Huda Desa Gaddu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep sewaktu menghadiri deklarasi anti narkoba di Mapolres setempat (Foto doc: Syaiful Ramadhani/JatimTIMES)

KH. Ahmad Qusyairi Zaini, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Sabilul Huda Desa Gaddu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep apresiasi salah satu program unggulan dari pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 01.

Program unggulan paslon Achmad Fauzi-Hj. Dewi Khalifah (Fauzi-Nyai Eva) yang mendapat apresiasi itu, yakni komitmennya untuk menggandeng para guru ngaji, kiai dan elemen masyarakat lainnya dalam rangka menekan peredaran narkoba di Kota Keris.

Baca Juga : Pemuda Pancasila Banyuwangi Tolak Kampanye Hitam

Untuk itu, KH. Ahmad Qusyairi Zaini menilai jika komitmen tersebut sangat bagus, mengingat peredaran narkoba di Sumenep saat ini terbilang cukup tinggi dan memprihatinkan. Hal ini juga menjadi ancaman serius utamanya bagi generasi emas bangsa.

"Itu merupakan komitmen yang sangat baik, yang sangat bagus. Itu akan cukup membantu program kepolisian, dalam hal ini program Kampung Tangguh Narkoba untuk menekan peredaran narkoba di Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan," katanya pada media, Sabtu (21/11/2020).

Kiai muda yang akrab disapa Kiai Qusyai ini mengaku kagum kepada Fauzi karena memiliki komitmen luar biasa terhadap kesejahteraan para guru ngaji.

"Karena bagaimana pun, para guru ngaji di desa-desa itu selama ini tulus dan ikhlas. Mereka tidak minta bayaran baik untuk listrik dan sebagainya. Padahal di satu sisi, jasa mereka sangat besar telah mengenalkan anak-anak pada agama. Jadi memang sangat penting untuk diperhatikan," terangnya.

Penasihat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) itu bersyukur karena masih ada kandidat calon pemimpin Sumenep yang mau memperhatikan hal-hal kecil yang sangat berdampak besar. Seperti kesejahteraan guru ngaji.

Baca Juga : Pelaksanaan Debat Kedua, Paslon SanDi Siap Paparkan Program Unggulan Sektor Pembangunan

"Alhamdulillah Pak Fauzi punya komitmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru ngaji. Jadi ini luar biasa menurut saya, dan insya Allah menurut kiai-kiai yang lain juga seperti itu. Dalam konteks Sumenep ini bisa dikatakan komitmen unggulan," imbuhnya.

Meski demikian, dirinya tidak menampik bahwa untuk memerenagi peredaran narkoba di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini, memang tidak cukup diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Perlu ada kerja sama dari banyak pihak, terutama para guru ngaji dan kiai untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, terutama anak muda, tentang bahaya narkoba," tukasnya.