Nikita Mirzani (Foto:  Warta Ekonomi)
Nikita Mirzani (Foto: Warta Ekonomi)

Nikita Mirzani akhirnya buka suara soal kehebohan yang melibatkan dirinya.  Melalui akun Instagramnya, ibu tiga anak itu kembali berkomentar mengenai pernyataan "habib tukang obat" dan tuduhan "lonte" padanya.  

Niki menilai jika pernyataan habib tukang obat itu sempat ia lontarkan saat Live Instagram ketika Habib Rizieq tiba di Indonesia dan bukanlah hinaan. "Saya Nikita Mirzani, tidak merasa bahwa saya telah melanggar sesuatu. Adapun adanya perkataan "Habib tukang obat" First of All, tukang obat bukanlah pekerjaan yang hina, sehingga dapat Anda klasifikasikan sebagai hinaan," tulis Nikita di Sabtu (14/11/2020) malam.  

Baca Juga : Diduga Hina Habib Rizieq, Nikita Mirzani Terancam Dipolisikan, Begini Responsnya

 

Selain itu, Nikita mengatakan jika nama Habib tak semata-mata dimiliki oleh satu individu.  

Sementara, Niki justru menyebut tuduhan lonte dan babi betina yang dilontarkan Ustaz Maaher At-Thuwailibi sebagai bentuk hinaan kepada perempuan.  "Meanwhile, itu perkataan-perkataan yang Anda sekalian lontarkan kepada saya, seperti 'Lonte. Babi Betina' dll jelas merupakan sebuah hinaan teruntuk seorang perempuan," tulis Nikita.

"Do you think as a religious person, it is ethical to call a human being as such? (Apa menurut Anda sebagai seorang yang religius, beretika kah untuk memanggil seorang manusia dengan sebutan seperti itu?)," lanjutnya.

 

 

Lebih lanjut, ia membandingkan dirinya dengan sejumlah simpatisan atau pendukung Rizieq Shihab.  

Menurutnya, ia sudah membayar pajak dan membantu perekonomian Indonesia dan berbeda dengan sekelompok orang yang telah membuat kerusakan di Indonesia.  

Niki juga menjelaskan jika setiap orang memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat sesuai UUD 1945 pasal 5 ayat 1, pasal 2020 ayat 1 dan pasal 28.

Baca Juga : Video Syur Mirip Dirinya Viral, Anya Geraldine Murka!

 

Terkait pertikaian ini,  muncul dukungan dari massa untuk Nikita yang tergabung dalam Laskar Nikita Mirzani.  Bahkan, mereka sempat menggelar aksi di bunderan HI pada pukul 20.30 WIB.

Namun, setibanya di sana, "Laskar Nikita Mirzani" justru diusir oleh pihak kepolisian.  Mereka tak diperbolehkan melakukan aksi sebelum mengantongi izin.  Namun, massa tersebut rupanya yak putus asa. Mereka berpindah tempat menuju silang Monas yang ada di seberang patung kuda.  

Akhirnya mereka pun Long March menuju area yang dituju. Tiba di Monas mereka kembali mendapat penolakan dari petugas. Adu mulut pun terjadi hingga akhirnya mereka tetap melakukan aksi dengan menyalakan lilin.

Aksi Sejuta Kasih Untuk Nikita Mirzani
Laskar Nikita Mirzani (Foto: detik.com